Facebook

Tampilkan postingan dengan label berita lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita lampung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Desember 2017

Reka ulang Pembunuhan Juru Tagih MTF

Reka adegang ulang kasus pembunuhan juru tagih MTF di Mapolresta Bandar Lampung, Jumat (8/12/2017). (Foto:Lampost/Asrul SM)
 
BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Polresta Bandar Lampung melakukan reka adegan pembunuhan Indra Yana (45), debt collector eksternal atau juru tagih Mandiri Tunas Finance (MTF) oleh Ali Imron pada (30/10) di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat tepatnya di gang Perumahan BCA.
Sebanyak 18 adegan diperagakan oleh Ali Imron dan beberapa saksi,di Lapangan Tenis Polresta Bandar Lampung, pada Jumat (8/12/2017).
Aegan utama dimulai saat Ali berama istri berboncengan menggunakan motor Honda Scoopy melewati jalan Cut Nyak Dien dekat SMA Perintis.
Tiba-tiba Ali dihentikan oleh Indra Yana rekannya Hendra alias Grandong, dan istri Ali diturunkan oleh Grandong yang juga debt collector MTF. Karena hendak menarik motor yang sudah menunggak 322 hari tersebut, Ali diarahkan ke sebuah gang di Perumahan BCA masih di jalan Cut Nyak Dien.
Kemudian terjadi adu mulut antara Ali dan Indra, lalu Indra mencoba meninju Ali, namun berhasil mengelak. Karena terdesak  Ali mengambil pisau dari dalam tasnya berwarna hijau. Indra Yana pun sempat terkejut dan lari, hingga terjatuh. Disitulah Indra tak berkutik dan ditikam oleh Ali hingga tewas. Kemudian Ali bergegas mengambil tasnya yang tergletak, kemudian mengampiri istrinya dan bergegas pergi. Warga sekitar yang juga saksi sempat melihat peristiwa, namun sedikit acuh karena takut akan senjata tajam yang dipegang Ali, dan meminta Ali segera kabur.
Kuasa hukum tersangka, Muhamad Suhendar memang mengakui kliennya melakukan pembunuhan, namun tidak ada motif berencana.
Menurutnya Sebelum kejadian, Ali Imron Bersama istrinya sempat mampir ke Bank Lampung untuk melakukan transaksi, namun karena hujan keduanya berteduh. Pada saat berteduh itulah Ali Imron membeli sebuah pisau seharga Rp10.000 ketika ada pedagang perkakas dapur yang juga meneduh.
"Jadi saya pastikan tidak ada motif berencana membunuh, karena pisau tersebut ia sengaja beli untuk keperluan dapur, dan istrinya sempat marah," kata Muhammad Suhendra, Jumat (8/12/2017) di Mapolresta Bandar Lampung itu.
Kuasa Hukum berupaya semampunya meringankan sanksi pidana yang disangkakan ke pelaku, karena memang motif tersangka murni membela diri. "Ya kita lihat di persidangan nanti," katanya.
Sementara Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Komisaris Harto Agung Cahyo, mengatakan tersangka dijerat pasal 338 KUHP subsider 351 ayat (3) tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian, dan dijerat dengan ancaman pindana paling lama 15 tahun penjara.
"Reka adegan untuk melengkapi berkas perkara agar jelas duduk perkara dan kronologisnya," kata mantan Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung.
.goo.gl/ScDy1A


Selasa, 21 November 2017

Ratusan Pelajar Bersih-Bersih Pulau Pahawang

250 pelajar yang berasal dari Pulau Pahawang dan Gedongtaan, Pesawaran melakukan bersih-bersih pantai Pahawang yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Pesawaran, Senin (20/11). (Zainudin)
PESAWARAN - Dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran mengajak ratusan siswa SD, SMP, dan SMK dari Gedongtatan untuk mengikuti kegiatan bersih-bersih pantai Pulau Pahawang, Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Senin (20/11/2017).

Tampak para peserta sangat antusias mengikuti acara tersebut, mereka terlihat berlomba-lomba dalam memunguti setiap sampah yang ada. Selain guru pembimbing dan staf dinas Parawisata Pesawaran, hadir juga dari PHRI dan utusan dinas Parawisata pusat.



Selain kegiatan bersih-bersih, Dinas Parawisata Pesawaran juga mengadakan lomba melukis tong sampah dan payung dengan tema Pahawang dalam pesona sejuta Warna Pulau Pahawang. Dalam lomba ini, panitia mengudang Papa jo dari Bandar Lampung dan bagi para pemenang akan mendapatkan hadiah dari Gubernur, Bupati Pesawaran dan Kadis Parawisata Pesawaran.

Kemudian, ratusan tong sampah yang telah dilukis tersebut akan diletakan di rumah warga setempat, begitu juga payung akan digantung di sepanjang jalan paving block Pulau Pahawang.

Sumber : https://goo.gl/QHdv2P

Diduga Serangan Jantung, Mantan Calon Wakil Wali Kota Meninggal Dalam Mobil

Jenazah Dian Kurnia Larrate, saat dievakuasi oleh tim Inafis Polresta Bandar Lampung, Senin (20/11/2017). (Foto:Lampost/Asrul SM)

BANDAR LAMPUNG -Dian Kurnia Larrate (61), ditemukan tak bernyawa di dalam mobil miliknya, Toyota Yaris warna hitam bernopol B 2823 IQ di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Kedaton, dekat PTPN VII, Senin (20/11/2017) sekitar pukul 15.15 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, pria yang tinggal di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Penengahan, Kecamatan Tanjungkarang Pusat itu, merupakan mantan calon wakil wali kota Bandar Lampung yang berpasangan Nurdiono pada Pemilihan wali kota 2009-2014 lalu.

Berdasarkan pemeriksaan dari petugas Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polresta Bandar Lampung yang berada di lokasi kejadian, diduga kuat PNS yang pernah berdinasi di Dinas Binarmarga Provinsi Lampung mengalami serangan jantung. Hal itu diperkuat dengan adanya obat-obatan dan rekam jejak medis yang berada di mobilnya. Hasil pemeriksaan Inafis juga tidak ditemukan adanya luka di tubuh korban oleh benda tajam dan benda tumpul.

Nampak anak Korban bernama Prima Sila datang ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi ayahnya, namun enggan diwawancara karena masih kaget dengan kepergian ayaknya. Usai jenazah dibawah ke RS Abdul Moeloek sekitar pukul 16.30 WIB, mobil korban juga dibawa oleh anaknya.

Saksi mata di lapangan, Hernita, pegawai Honda Nusantara Surya Sakti (NSS) mengatakan mobil yang dikemudikan oleh Dian Kurnia, terpakir di sebrang kantornya sejak pukul 11.00 WIB. Memang para pegawai NSS agak mencurigai kendaraan yang terpakir sejak pagi namun tidak ada sama sekali pergerakan. Usai jam kerja selesai, barulah Hernita dan kawan-kawannya menyambangi mobil tersebut, dan melihat korban dalam kondisi tergeletak di kursi depan tak bergerak.
"Jadi dari jam 11 sudah kelihat disitu, tapi kita enggak tahu kalau meninggal, pas sudah sore baru kami cek, dan enggak bergerak, kami telepon polisi," katanya di lokasi kejadian.

Terpisah Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Komisaris Harto Agung Cahyo membenarkan kematian korban sementara  diduga akibat serangan jantung.
"Ia benar tim inafis udah kesana, enggak ada beka luka dibadannya, udah dibawa juga ke RS Abdul Moeloek," kata Harto.

Sumber : https://goo.gl/AAJUy3

KPK Sorot Aset PT KAI Lampung

(lintaskebumen.wordpress.com)

BANDAR LAMPUNG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti aset milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) Lampung. Salah satunya dengan melakukan supervisi memastikan aset PT KAI mempunyai kekuatan hukum dan tidak disalahgunakan.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan tugas institusi yang dipimpinnya tidak hanya mengungkap kasus korupsi, tetapi terdapat empat tugas lainnya, seperti koordinasi, supervisi, monitoring, dan bersaing. Kerja sama dengan PT KAI merupakan tugas supervisi guna menjaga aset negara.

"KPK masuk ke PT KAI sebagai supervisi dalam membangun peradaban. KPK akan menjaga PT KAI membangun kesejahteraan. Sebab, bangsa ini tidak bisa terbebas dari korupsi jika tidak sustainable. Untuk itu, kami patut menjaga PT KAI dan membangunnya dengan sustainable," kata Saut dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Status Batas dan Pengelolaan Aset PT KAI di Novotel, Senin (20/11/2017).

Menurut dia, pengembangan usaha kereta sangat diperlukan di era ini. Sebab, saat ini di Jakarta pun terdapat satu juta orang yang naik kereta setiap harinya. Untuk itu, harus terdapat pelayanan dan sarana prasarana yang maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat guna menjaga eksistensi peradaban bangsa.

"Langkah awalnya harus memastikan aset PT KAI punya kekuatan hukum dan KPK masuk untuk membangun integritas," ujar dia.

Dalam diskusi itu, KPK bersama PT KAI serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berkomitmen menjaga, mengawasi, dan menginventarisasi seluruh aset perusahaan milik negara itu. Sebab, sejumlah permasalahan kerap dihadapi dalam melaksanakan komitmen tersebut.

Kepala PT KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang Suryawan menjelaskan sejumlah poin yang dihadapi dalam persoalan itu adalah lahan dan rumah perusahaan ditempati warga tanpa ikatan kontrak. Selain itu ada juga aset lahan PT KAI diperjualbelikan oknum warga dan banyaknya lahan yang bersertifikat hak milik atas nama warga.

"Lalu penolakan warga saat sosialisasi dan pengukuran aset, keinginan masyarakat menguasai dan memiliki lahan, serta belum adanya kesamaan persepsi antara PT KAI dan stakeholder tentang grondkaart (peta tanah) sebagai dasar kepemilikan aset," kata Suryawan.

Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN M Noor Marzuki mengungkapkan pada 2017, pihaknya mendapat tugas mendaftarkan lima juta lahan dan delapan juta bidang lahan aset milik masyarakat, pemerintah, dan tempat peribadatan pada 2018. Targetnya akhir 2025 seluruh lahan se-Indonesia terinventarisasi sehingga tidak ada lagi masalah sengketa.

"Memang itu cuma selembar sertifikat, tetapi dampaknya luar biasa. Prinsipnya mengelola aset negara sama seperti mengelola aset pribadi. Kalau aset kita tidak mau diambil orang lain, harus dijaga," ujarnya.

Sumber : https://goo.gl/U5gpUi

Petambak Udang Tradisional di Lamtim 'Naik Kelas'

Pemilik tambak, Triyono menunjukkan hasil panennya. (Dok. CPP)
SUKADANA -- Para petambak udang tradisional di Kabupaten Lampung Timur mulai ‘naik kelas’. Jika sebelumnya menjalankan budidaya udang secara tradisional, dua tahun terakhir ini mulai melakoni budidaya secara intensif. Kendala permodalan dan teknologi bisa diatasi dengan program KUR dan pendampingan dari PT CP Prima.

Seperti yang dijalankan Triyono, Kepala Desa Bandar Negeri, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kab. Lampung Timur. Petambak udang tradisional sejak tahun 2000-an ini, sudah bermitra dengan PT CP Prima selama dua siklus budidaya. Bahkan pada siklus pertama Pak Kades mendapat pinjaman dari PT CP dalam program ‘demo pon’ untuk dua kolam masing-masing berukuran 800 meter persegi.

Selain itu, ia juga menerima kredit skema KUR Ritel BNI yang bekerja sama dengan PT CP Prima untuk investasi sekitar Rp250 juta dan biaya operasional sekitar Rp150 juta. Dana itu digunakan untuk merehab dua petak tambak budidaya, masing-masing seluas 800 m2 dan membangun dua petak tandon masing-masing 200 m2.

Pada siklus kedua ini, Triyono sudah melakukan panen parsial tiga kali dan panen terakhir pada Senin (20/11). Panen parsial pertama dilakukan pada usia 46, 60, 72 dan 86 hari dengan jumla total 1.885 kg dengan penjualan Rp153 juta. Sementara pada panen terakhir pada usia 120 hari dari dua petak diperoleh udang size (ukuran) 26 dan 27 sebanyak 2 ton dan dijual dengan harga Rp96 ribu/kg.

Menurut Triyono, ia tertarik untuk ‘naik kelas’ karena melihat keberhasilan petambak lainnya yang sudah terlebih dahulu beralih membudidayakan udang vanamei (Litopenaeus vannamei) ketimbang udang windu yang selama ini dibudidayakan karena hasilnya lebih menjanjikan. Namun ia menyadari kelemahannya adalah keterbatasan modal dan belum dikuasasinya teknis budidaya vaname.

Untuk mengatasi permodalan, ia mendapat pinjaman dari PT CP Prima dalam program ‘demo pon’ untuk dua petak tambak yang harus dikembalikan selama tujuh siklus atau 4 tahun. Lalu untuk kendala teknis budidaya ia mendapat pendampingan dari PT CP Prima.

“Kalau tidak ada pendampingan, saya juga tidak berani wong pengalamannya cuma di windu, sementara vanamei belum belum pernah mencoba sama sekali,” ujar sosol yg akrab disapa Pak Haji itu dalam rilis yang diterima Lampost.co, Selasa (21/11/2017).

Dia mengakui, antara budidaya windu secara tradisional dengan vaname dengan close system jauh berbeda. Pada budidaya windu untuk kolam 20 ribu meter persegi ia tebar benur udang sebanyak 30 ribu ekor dan 10 ribu ekor bandeng. Lalu dibesarkan selama 4 bulan dengan pemberian pakan jagung, tanpa kincir lalu dipanen udang size 30 dengan SR sekitar 50 persen.

“Keuntungan bersih dari penjualan udang dan bandeng sekitar Rp 10 juta per siklus,” ujarnya.

Sementara pada udang vaname ditebar benur sebanyak 100 ekor per m2, menggunakan kincir 4 unit per petak, pemberian pakan 4-5 kali sehari. “Keuntungan dari dua petak per siklus bisa melunasi biaya investasi dan biaya operasional,” kata dia.

Karena itu, selain mendapat KUR ritel dari BNI, Tri juga mengajukan permohonan program revitalisasi tambak yang digulirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), namun ia belum kebagian. Saat ini ayah dari tiga anak ini sudah menjalankan budidaya vanamei pada 3,5 ha dari 40 ha lahan yang dimilikinya.

Agus Furwoko dari PT CP Prima yang menghadiri panen udang di tambak Triyono menambahkan, pihaknya sengaja menggulirkan program ‘demo pon, sebagai upaya membantu petambak tradisional yang ingin ‘naik kelas’ ke budidaya sistem intensif.

“Pendanaan untuk program demo pon ini bergulir agar semakin banyak petambak yang bisa dibantu. Lalu selain mendampingi petambak dalam program demo pon, pihaknya juga diminta BNI pada semua petambak yang menerima kredit,” tuturnya.

Dari sekitar 1.200 petak tambak yang dalam budidayanya mendapat pendampingan dari PT CP Prima, dengan capaian SR 75 hingga 95 persen atau rata-rata 85 persen dan FCR 1,45 higa 1,5, bahkan ada yang bisa mencapai 1,38. “Selama petambak konsisten mempertahankan kepadatan tebar rendah yakni 80 hingga 10 ekor per m2, penyakit sepertti myo dan WSS bisa dikendalikan,” jelas Agus.

Sumber : https://goo.gl/NSY19F

Selasa, 07 November 2017

Epiji 3 Kg di Ketapang Tembus Rp30 Ribu/Tabung

Harga gas epliji subsidi 3 kg melambung hingga Rp30 ribu di Ketapang, Lampung Selatan. (Foto:Lampost/Aan Kridolaksono)


KALIANDA (Lampost.co)--Kelangkaan elpiji 3 kg di sejumlah desa di Kecamatan Ketapang, dan Bakauheni, kabupaten Lampung Selatan berlarut-larut sejak sepekan terakhir. Akibatnya harga gas bersubsidi tersebut menjadi tidak terkendali di tingkat pengecer hingga tembus Rp30 ribu per tabung

"Katanya pasokan dari pangkalan stabil setiap pekannya. Namun, sudah sebulan ini harga gas elpiji 3 kg di warung masih tinggi, melambung menjadi Rp35.000," kata seorang ibu rumah tangga  Ratih (36) di desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, Senin (6/11/2018).

Ratih menjelaskan awal Oktober lalu ia mendapatkan gas 3kg di warung di luar Desa Bangunrejo seharga Rp30 ribu per tabung.  Menurut mereka, harga naik lantaran terjadi kelangkaan.
“Kemarin mendapatkan gas subsidi di warung tidak masih dari rumah juga Rp30 ribu/tabung,” ujarnya.
Selain di Kecamatan Ketapang, harga gas elpiji di Kecamatan Bakauheni pun masih tinggi.
Seorang ibu rumah tangga di kecamatan Bakauheni Nur Halimah (30) menyebutkan harga gas elpiji 3 kilogram di pedagang eceran naik Rp10.000 dari sebelumnya Rp20.000 per tabung.

“Harga gas melon masih Rp 30ribu per tabung dan masih sulit ditemui disejumlah warung desa kami,” katanya.

Sumber : https://goo.gl/4dVVBa

Jalan di Pekon Pemerihan Diharapkan Segera Diperbaiki

Tanggul penahan jalan di Kecamatan Karyapenggawa, Pesisir Barat sudah lama terkikis arus sungai. Jalan penghubung Jalinpanbar itu diharapkan segera diperbaiki. (Foto:Dok.Kec.Karyapunggawa)

KRUI (Lampost.co)--Jalan di Pekon Pemerihan Kecamatan Bangkunatbelimbing, Pesisir Barat yang tergerus air sungai diharapkan segera diperbaiki agar tidak terhadi kerusakan lebih parah lagi dan menyebabkan jalan terputus.

Camat Lemong, Miswandi Hasan, Saat dihubungi Lampost.co, Senin (6/11/2017), mengatakan kondisi arus lalu lintas di wilayah kecamatan itu dari wilayah perbatasan dengan kecamatan Pesisir Utara hingga perbatasan dengan Provinsi Bengkulu, relatif lancar. Namun, jika jalan yang longsor tak segera diperbaiki, bisa menyebabkan longsor lebih parah lagi.
"Ada jalan tepatnya di depan Kramat Manullah Pekon Rataagung, longsor dengan lebar dan panjang sekitar 5X2 meter, dengan kedalaman sekitar 100 meter  tersebut, kalau dari arah Krui ke Bintuhan posisinya ada di kiri, meski belum sampai memakan bahu jalan, tetapi kami khawatir dengan kondisi ini, " kata Miswandi.

Pihaknya berharap PT Subanus, selaku pihak yang diberikan kewenangan untuk memelihara kondisi jalan di kecamatan Lemong dan sekitarnya, cepat tanggap dengan kondisi itu segera melakukan perehaban yang dibutuhkan. Namun demikian kata Miswandi, secara keseluruhan arus lalu lintas kendaraan di kecamatan tersebut relatif lancar.
Senada disampaikan Camat Pesisir Utara, Robinson, saat dihubungi Lampost.co, wilayah kecamatan tersebut yang juga di lintasi Jalan lintas pantai barat Pesisir Barat, kondisinya aman dan lancar, meski demikian pihaknya terus melakukan pemantauan, terlebih saat ini hujan deras masih sering terjadi di wilayah sepanjang kabupaten itu.

Sementara Camat kecamatan Karya Penggawa, Ermen Patria, mengatakan meski kondisi jalinpanbar di kecamatan itu relatif aman, namun kekhawatiran pihaknya terjadi longsor dari tebing batu.

Sumber : https://goo.gl/omDM8D

Polda Lampung Amankan 13 WNA

Kapolda Lampung Irjen Pol Suroso Hadi Siswoyo, Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal, dan jajaran Forkopimda memusnahkan minuman keras palsu dalam ekspos di Mapolda Lampung, Bandar Lampung, Senin (6/11/2017). LAMPUNG POST/IKHSAN DWI NUR SATRIO

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Polda Lampung melalui Direktorat Intelkam mengamankan 13 warga negara asing (WNA) karena tidak memiliki dokumen imigrasi yang sah. Dari 13 WNA tersebut, enam di antaranya merupakan warga asal Somalia yang berusaha mencari suaka ke Australia. Mereka diamankan di Pelabuhan Bakauheni pada 7 Maret 2017.

"Jadi ada enam warga Somalia. Mereka mau cari suaka ke Australia tanpa dokumen. Saat ini mereka sudah dilimpahkan ke pihak Imigrasi Kelas III Lampung Selatan," ujar Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Suroso Hadi Siswoyo dalam acara pemusnahan ribuan botol minuman keras di Mapolda Lampung, Senin (6/11/2017).

Kapolda mengatakan lima WNA asal Tiongkok juga diamankan karena memiliki visa yang tidak sesuai dengan peruntukan yaitu visa kunjungan pada 12 Mei 2017. Kemudian pada 5 November 2017, Dirintelkam kembali mengamankan dua kru kapal tanker asal India yang digerebek di wilayah Gadingrejo, Pringsewu, bersama tiga WNI.

Kedua WNA tersebut diduga melakukan tindakan asusila terhadap WNI. "Ada lima WNA asal Tiongkok diamankan karena enggak ada visa. Lalu dari dua WNA asal India diamankan softgun dan alat isap sabu berupa bong sabu," kata dia.

Miras Dimusnahkan

Sebanyak 9.378 botol minuman keras (miras) oplosan dimusnahkan Polda Lampung, Senin (6/11/2017), di lapangan upacara Mapolda Lampung. Ribuan miras oplosan tersebut merupakan hasil sitaan Operasi Antik yang digelar Polda Lampung dari 19—31 Oktober 2017. Miras berbagai macam jenis dan merek yang berasal dari industri rumahan di Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, tersebut dimusnahkan dengan digilas menggunakan alat berat.

Suroso mengatakan penyitaan dan pemusnahan miras tersebut sebagai langkah konkret untuk menekan peredaran miras dan mencegah tindakan kriminal di wilayah Lampung, karena sering terjadi perkara akibat mengonsumsi minuman beralkohol. "Ribuan miras tersebut disita dari tersangka Heri yang ditangkap lebih dulu. Rupanya masih dijalankan sama istrinya bernama Dian. Makanya kami ambil tindakan menyita ribuan miras tanpa cukai, alat pres cetak, dan cairan metanol juga diamankan," ujarnya.

Suroso mengatakan selama Operasi Antik digelar, jajaran Polda Lampung juga telah menyita narkoba diantaranya ganja sebanyak 93.042,57 gram dan 1 batang, sabu-sabu 498,55 gram, pil ekstasi 50 butir, dan uang sebanyak Rp8.795.000 dari 139 perkara dan 201 tersangka.

Sumber : https://goo.gl/Nc4os4

Tanggul Bendungan PLTA Semaka Jebol

Kondisi rumah warga di Pekon Sidomulyo, Kecamatan Semaka, Tanggamus, Senin (6/11/2017), yang rusak pascaditerjang air bah akibat jebolnya bendungan PLTA Semaka, Minggu (5/11/2017), sekitar pukul 20.30. lampost.co/Abu Umarali

KOTAAGUNG (lampost.co) -- Puluhan rumah serta sejumlah fasilitas umum di Pekon Sidomulyo, Kecamatan Semaka, Tanggamus terkena dampak terjangan air bendungan PLTA yang dikelola PT Posko Enginering ENC Subkontraktor PT Multy Karya Enginering. Berdasar pada rilis yang terima lampost.co pada Senin (6/11/2017), peristiwa ini terjadi pada Minggu (5/11/2017) sekira pukul 20:30, saat pihak perusahaan ingin melakukan uji turbin.

Informasi yang dihimpun Unit Intel Kodim 0424 Tanggamus, robohnya tanggul bermula ketika air memenuhi terowongan menuju bendungan turbin. Dinding penahan jalannya air (water way) ini terletak di kawasan Talang Seno, Dusun Kali Kumbang. Karena tidak mampu menahan tekanan air yang kuat, bendungan water way jebol sepanjang 30 meter.

Luapan air kemudian menyapu ke arah Dusun Kali Kumbang, Pekon Sidomulyo. Akibatnya 4 rumah milik warga dinyatakan hanyut terbawa arus, 5 rumah rusak berat, dan belasan lainnya tergenang lumpur. Selain itu, tempat ibadah di dusun setempat yakni Masjid Nurul Huda juga terkena terjangan air sehingga lantainya dipenuhi lumpur. Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, kerugian ditaksir cukup besar.

Pascamusibah, personel Babinsa Koramil 424-03 Wonosobo bersama warga Pekon Sidomulyo membantu proses evakuasi dan membersihkan lumpur yang memasuki rumah warga. Aparat TNI juga membantu penyaluran bahan makanan pokok dari pihak perusahaan yang diserahkan kepada para korban. Dalam hal ini pihak perusahaan akan bertanggung jawab sepenuhnya atas seluruh kerugian yang dialami  warga.

Empat rumah yang dinyatakan hanyut milik Arifin (30), Agus Toni (33), Eman (35), dan Ruslan (35). Sedangkan kondisi rumah warga yang rusak berat terdiri dari milik Efendi (37), Acek (70), Zainuddin (75), Mujian (35), Agusta (30). Kemudian ruamh warga yang tergenang lumpur milik Supriatna, Karsem, Ansari, Apid, Purwanto, Jarimi, Hardi, Agus, Mustofa, Sanim, dan Zunaidi.

Sumber : https://goo.gl/WDGx8B

Bandar Lampung Kekurangan 1.112 Guru SD/SMP




BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Bandar Lampung masih kekurangan 1.112 guru untuk jenjang SD dan SMP. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung Daniel Marsudi menyebut kekurangan tersebut secara perinci yaitu pengajar pada SD sebanyak 837, terdiri dari guru kelas 581 orang, Pendidikan Jasmani (134), dan Pendidikan Agama Islam (122).

Kemudian pada jenjang SMP, kekurangan tenaga pendidik mencapai 275 orang, terdiri dari guru Pendidikan Agama Islam (40), guru Agama Kristen (3), Pendidikan dan Kewarganegaraan (12), Matematika (8), Pendidikan Jasmani (34), Seni Budaya (35), Teknologi Informasi dan Komunikasi (54), Bimbingan Konseling (54), dan Guru Muatan Lokal (35).

“Data kekurangan guru yang kami sampaikan ini merupakan hasil pendataan Disdikbud pada Juni tahun ini,” ujar dia, Senin (6/11/2017).

Ia mengatakan untuk mengatasi kekurangan pengajar, pihaknya memberikan wewenang kepada pihak sekolah untuk mengangkat tenaga honorer yang sesuai dengan bidang ilmu dan berpendidikan strata satu (S-1). “Mau tidak mau kami harus mengangkat guru honorer untuk memenuhi itu semua. namun, dalam mencari guru honorer harus mempunyai syarat, seperti pendidikannya S-1 yang sesuai dengan pelajaran yang akan diajarkan,” kata dia.

Sumber : https://goo.gl/mzpmFq

Kamis, 26 Oktober 2017

Kecamatan Abung Tengah Jadi Kawasan Holtikultura

Kantor Dinas Pertanian Lampung Utara yang mencanangkan Kecamatan Abung Tengah sebagai kawasan Hortikultura. (Foto:Lampost/Yudhi Hardianto)

KOTABUMI --Kecamatan Abung Tengah ditetapkan sebagai kawasan holtikultura di Kabupaten Lampung Utara, khususnya pengembangan aneka tanaman buah-buahan tahun 2017.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian (Distan) Kabupaten Lampung Utara, Sofyan di ruang kerjanya, Rabu (25/10/2017). Menurutnya, pencanangan kawasan holtikultura di Kecamatan Abung Tengah tahun ini bertujuan untuk mendorong sebagai daerah agrowisata.

"Pengembangan kawasan holtikultura ke depan, wilayah itu akan dijadikan daerah agrowisata kabupaten" ujarnya.

Upaya awal yang dilakukan dalam pengembangan kawasan ini, Distan Lampung Utara akan menyalurkan bantuan dari APBN dari Kementerian Pertanian (Kementan) Tahun Anggaran (TA) 2017 dalam bentuk bibit buah jambu kristal sebanyak 900 batang yang akan disebar di tiga desa wilayah kecamatan setempat. Yakni; Gununggijul, Subik dan Pekurun Barat.

"Penanaman bibit buah jambu kristal akan dilakukan di halaman rumah warga di tiga desa," kata Sofyan.

Selain bibit jambu kristal, melalui sumber dana yang sama, kawasan itu juga mendapat bantuan bibit cabai untuk penanaman di areal lahan seluas 5 hektare dan bantuan bibit 100  batang nangka mini melalui dana APBD Lampung Utara TA 2017.

Sumber :https://goo.gl/X7qL2Y

Rabu, 25 Oktober 2017

Sambut Hari Rempah Internasional, 800 Ha Tanaman Rempah Lampung Direhab

Rempah-rempah asal Indonesia. liputan6.com

BANDAR LAMPUNG - Setelah menjadi tuan rumah Hari Kopi Internasional pada 1 Oktober 2017, Provinsi Lampung kembali mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Hari Rempah Internasional 2018. Lampung ditunjuk oleh Dewan Rempah Nasional karena mempunyai rempah terbaik di dunia, yakni lada hitam (Lampung black papper).

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo memanfaatkan momentum tersebut untuk mengusulkan kepada pusat melalui Kementerian Pertanian untuk merehabilitasi 600 hektare (ha) tanaman lada hitam dan meremajakan 200 ha tanaman pala. "Di pasar rempah internasional, selain lada hitam, Lampung kini juga dikenal sebagai penghasil pala. Bahkan, di Jepang pala Lampung lebih disukai karena memiliki kandungan minyak asirinya paling tinggi," kata Gubernur Ridho, Selasa (24/10/2017).

Sejak berabad lalu, ucap dia, Lampung termasuk jalur rempah Nusantara dan pernah berjaya sebagai pusat rempah, terutama lada. Rehab dan peremajaan tersebut untuk mendukung rencana pemerintah mewujudkan kembali kejayaan rempah-rempah Indonesia di dunia internasional. "Alhamdulillah, mulai November ini kita akan rehab 800 ha tanaman lada dan pala," kata Gubernur Ridho.
Rehab tanaman lada tersebut tersebar di berbagai kecamatan di Lampung Utara, Way Kanan, dan Lampung Timur masing-masing 200 ha, sedangkan tanaman pala difokuskan di Kabupaten Tanggamus. Selain itu, intensifikasi tanaman lada seluas 100 ha di Lampung Utara, 100 ha di Way Kanan, dan 150 ha di Lampung Timur.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Lampung Dessy Desmaniar Romas mengatakan rehabilitasi tanaman lada hitam merupakan yang terbesar. Luas tanaman lada di Lampung pada 2016 mencapai 46.054 ha dengan produksi 14.854 ton per tahun dan melibatkan 63.675 kepala keluarga petani. "Setiap petani mendapat rehabilitasi tanaman lada maksimal 2 hektare, namun rata-rata 1 ha," ujarnya.

Pengakuan dunia atas pala Lampung, lanjut Dessy, dibuktikan dengan makin tingginya permintaan. Pembibitan tanaman pala kini dapat dilakukan di Lampung Selatan, sehingga perluasan dan peremajaan cepat dilakukan. "Permintaan pala sangat tinggi, namun produksinya belum banyak. Pala yang diproduksi di Lampung lebih disukai untuk bahan kosmetik karena tinggi kandungan asirinya," kata dia.

Terkait Hari Rempah Internasional, tambah Dessy, Pemerintah Provinsi Lampung berencana terus meningkatkan luasan peremajaan dan rehabilitasi. Untuk lada, pada 2018 diusulkan rehabilitasi seluas 1.000 ha dan pala 200 ha. Sejumlah acara bakal digelar dalam menyambut momen tersebut, seperti kampanye minum susu lada gratis. "Kami akan sosialisasikan susu dicampur lada juga nikmat diminum," ujarnya.

Sumber : https://goo.gl/h5F2aL

Selasa, 24 Oktober 2017

Asyik Nyabu, Oknum PNS Pemkab Lampura Diciduk Polisi

Foto. (Dok. Polres Lampung Utara)
KOTABUMI - Seperti sia-sia saja apa yang dilakukan aparat dan pemerintah kabupaten (Pemkab) Lampung Utara demi mencegah peredaran narkoba di wilayahnya. Lagi-lagi oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Lampung Utara kedapatan mengkonsumsi sabu di kediamannya, setelah pada waktu yang sama ditandatanganinya fakta integritas zona bebas barang haram itu di kabupaten setempat.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Eka Mulyana mengatakan pelaku berinisial RS (53) ditangkap petugas di Jalan Punai Indah, Gang Almisbah No. 131, Kelurahan Tanjungharapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Senin (22/10) pukul 22.00. Dalam penggerebekan itu, turut diamankan satu paket sabu, beserta alat hisapnya yang masih ada sisa beserta korek api.

"Diduga oknum ini kesehariannya bekerja sebagai pegawai di salah satu dinas setempat, juga turut diamankan salah seorang temannya. Saat ini mereka sedang kami interigrasi dan didalami perkaranya, " katanya kepada Lampost.co, Selasa (24/10/2017) pagi.

Menurutnya, penggerebekan itu dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat karena resah tempat itu dijadikan sarana untuk menghisap sabu-sabu. Sehingga pihaknya menurunkan tim untuk melihat kondisi yang ada, dan benar ditemukan ada dua orang sedang pesta barang haram itu.

"Saat penggerebekan itulah kita tahu ada salah seorang pemakai merupakan PNS. Kasus ini sedang kita dalami, mudah-mudahan dalam waktu dekat akan diberikan pasal pada mereka. Untuk memberikan efek jera terhadap penyalahgunaan barang haram itu," terangnya.

Sumber : https://goo.gl/FJHYYJ

Tumbuhkan Minat Baca, Pemkab Way Kanan Gelar Seminar Gerakan WAKARCA

Foto. (Candra Putra Wijaya)

WAY KANAN - Pemerintah kabupaten Way Kanan menggelar seminar gerakan Way Kanan Gemar Membaca (WAKARCA) untuk menumbuhkan budaya minat baca masyarakat dan pelajar di Gedung Serba Guna, Selasa (24/10/2017).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Way Kanan Yuliawati, mengatakan seminar gerakan ini untuk menggalakan budaya minat baca masyarakat dan pelajar. Serta mewujudkan sumberdaya manusia agar menumbuhkan minat baca masyarakat dan pelajar yang ada di Kabupaten Way Kanan.

"Mudah-mudahan ilmu yang didapat pada hari ini menjadikan pelajar dan masyarakat semakin giat dalam membaca sehingga ilmu pengetahuan dapat lebih meningkat," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Nora Eliza, mengharapkan gerakan ini tidak hanya sekedar seremonial belaka, melainkan benar-benar untuk menumbuhkan minat baca masyarakat dan pelajar di wilayah Provinsi Lampung.

"Untuk perpustakaan desa mari ajak seluruh ibu-ibu PKK di desa untuk agar masyarakat yang ada didesa dapat menumbuhkan minat baca sejak dini," ungkapnya.

Dengan terealisasinya masyarakat sejak dini sudah gemar untuk membaca maka kelak mudah-mudahan generasi penerus yang ada di Provinsi Lampung Khususnya di Kabupaten Way Kanan dapat menjadikan generasi yang lebih baik dari sebelumnya, ungkapnya.

Sementara sambutan Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya, yang disampaikan Sekretaris Daerah Saipul, menyampaikan dengan terbentuknya minat baca sejak dini maka ilmu pengetahuan masyarakat dapat lebih berkembang.

"Mari kita galakkan budaya membaca di Kabupaten Way Kanan agar kelak generasi penerus kita menjadi lebih baik kedepannya", katanya.

Sumber : https://goo.gl/TSpp5r

Kasatlantas Lambar Pantau Pembangunan Jembatan Bailey dan Lalu Lintas di Jalinbar

Pembangunan jembatan bailey terus dipercepat untuk memuka akses transpotasi di Jalinbar Pekon Mandirisejati, Pesisir Barat, Selasa (24/10/2017). (Foto:Lampost/Yon Fisoma)

KRUI -Pembangunan jembatan bailey (darurat) di Jalinbar Pekon Mandiri Sejati Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat, terus dikerjakan dan hampir rampung.

Pantauan Lampost.co di lokasi pembangunan, Selasa (24/10/2017)sore, motor dan mobil yang melintas di lokasi itu masih melewati jalan darurat yang di bangun diatas timbunan pasir pantai setempat.

Meski jalan salah satu jalur jembatan bailey sudah selesai dilakukan pengerasan untuk  keluar masuk jembatan, namun pada jalur lain masih dalam proses pengerjaan.

Kasatlantas Polres Lampung Barat dan Pesisir Barat, AKP Agustinus,  mengatakan pihaknya melakukan pengamanan jalur lalu lintas di lokasi itu untuk memastikan arus kendaraan yang melintas serta proses penanganan dan perbaikan jalur di lokasi berjalan lancar.

"Kami mengimbau kepada pengendara yang melintas berhati-hati, sebab jalan yang digunakan sekarang kondisi masih darurat, meski sudah  dapat dilewati. Tetapi untuk truk bermuatan memang belum diizinkan lewat jalur ini," kata Agustinus.

Setiap hari pihaknya juga terus menyampaikan progres perbaikan dan himbauan kepada masyarakat pengguna jalan tentang kondisi penanganan Jalinbar di lokasi tersebut  setiap waktu melalui siaran radio Suara praja, milik pemerintah kabupaten Lampung Barat.

Sumber : https://goo.gl/rg8tNj

98% Posyandu di Lampung Utara Belum Punya Gedung

Ilustrasi gedung posyandu. www.dakta.com

KOTABUMI - Sekitar 98% posyandu di Kabupaten Lampung Utara belum memiliki fasilitas gedung khusus guna melakukan pelayanan bagi bayi maupun balita dan ibu hamil. Sejauh ini, pelayanan kader posyandu masih menumpang di rumah warga maupun balai desa.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Utara Daning Pujiarti, di ruang kerjanya, Selasa (24/10), mengatakan dari 632 unit posyandu tersebar di 247 desa/kelurahan di 23 kecamatan se-Lampura.

Hanya sekitar 30 unit posyandu memiliki gedung sendiri beserta fasilitasnya, baik alat timbang maupun mebel. Sisanya 602 unit posyandu belum memiliki gedung sendiri sehingga alat timbang bagi bayi maupun balita beserta mebelnya mesti di pindah-pindah ke rumah warga maupun di balai desa setempat.

"Dari 632 unit posyandu, hanya ada 30 unit posyandu atau sekitar 2% yang memiliki fasilitas gedung sendiri yang merupakan bangunan eks proyek PNPM dan 602 unit sisanya masing menumpang di rumah warga dan gedung balai desa," ujarnya.

Dengan seringnya sarana dan pra sarana alat posyandu mesti dipindah-pindah atau tidak tetap pada tempatnya, menyebabkan alat itu rentan rusak dan hal ini berdampak pada pelayanan seperti kurang akuratnya penimbangan bobot bayi.

Karena itu, menurutnya, pemenuhan keberadaan kantor posyandu di Lampura menjadi persoalan penting yang harus direalisasikan. "Dengan seringnya berpindah lokasi, fasilitas posyandu seperti alat timbang dan mebel rentan rusak," kata Daning.

Dia mengaku jika posyandu memiliki unit gedung sendiri, kesadaran masyarakat aktif berkunjung posyandu sebagai pusat layanan kesehatan ibu dan anak, layanan keluarga berencana, imunisasi, maupun peningkatan gizi keluarga sangat dibutuhkan.

"Posyandu merupakan ujung tombak layanan kesehatan bagi masyarakat, karena itu memiliki unit gedung tersendiri dan kesadaran serta partisipasi warganya sangat diharapkan," kata Daning menambahkan.

Sumber : https://goo.gl/6Qj1pE

Oknum Polisi Diduga Larikan Barang Bukti Pembalakan Liar

Ilustrais pembalakan liar. Dok. Lampost.co


PESAWARAN - Oknum polisi di Polres Pesawaran diduga melarikan barang bukti hasil pembalakan liar berupa kayu sonokeling milik sejumlah tersangka yang diringkus beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan kuasa hukum Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Molokh Lestari sekaligus Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung Alian Setiadi. "Berdasarkan laporan dari gabungan kelompok tani, bahwa barang bukti beberapa kayu sonokeling diamankan dan dibawa ke Bandar Lampung oleh oknum Polres Pesawaran," kata Alian Setiadi, Selasa (24/10/2017).

Dia menjelaskan barang bukti dengan alasan apa pun tidak boleh diambil atau untuk dimiliki. Sebab, kasusnya masih dalam proses penyelidikan dan masih dikembangkan. Perkara itu juga bisa menjadi masalah hukum baru apabila barang bukti diperjualbelikan oknum.

"Ini persoalan serius, semua oknum yang terlibat harus diusut tuntas, apalagi ada upaya mengamankan barang bukti untuk dimiliki. Ini harus diproses. Selanjutnya kami akan melapor ke Polda Lampung," ujarnya.

Kapolres Pesawaran AKBP M Syarhan membantah adanya barang bukti dikeluarkan dan dibawa ke wilayah Bandar Lampung.

"Tidak ada itu, ngarang saja, siapa yang memerintahkan untuk dibawa ke sana, Bandar Lampung, enggak ada itu. Saya tidak pernah memerintahkan apa-apa, barang bukti ya tetap barang bukti," ujarnya melalui sambungan ponsel.

Wakapolres Pesawaran Kompol Yustam Dwi Heno, saat dikonfirmasi, mengatakan tidak mengetahui adanya permasalahan barang bukti dibawa ke wilayah Bandar Lampung. "Saya tidak tahu masalah itu, terima kasih atas informasinya," kata Yustam Dwi Heno saat ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (24/10/2017).

Kanit Tipiter Polres Pesawaran Ipda Sunaryo mengatakan telah berkoordinasi dengan ketua gabungan kelompok tani terkait adanya informasi itu. "Saya sudah berkoordinasi dengan ketua kelompok tani, saya belum pulang masih di Pulau Legundi, nanti saya akan cek terkait informasi itu, terutama barang bukti kayu sonokeling yang sudah diamankan di Polres," ujarnya.

 Sumber : https://goo.gl/jn6CCK

BPPRD Lampung Selatan Verifikasi Ulang Lahan Wajib Pajak

Ilustrasi pajak. Dok. Lampost.co
KALIANDA - Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Selatan masih melakukan verifikasi ulang lahan wajib pajak golongan I, IV, dan V. Ini dilakukan agar pendapatan asli daerah (PAD) meningkat dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB).

Kepala Bidang PBB P2 dan BPHTB BPPRD Lampung Selatan Edy Novian, mendampingi Kepala BPPRD Lamsel Burhanudin, mengungkapkan proses pendataan ulang tersebut ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/10/2017).

Menurut dia, pemetaan pajak golongan I meliputi perumahan yang ada di daerah pedesaan dan perkotaan dengan nilai PBB-nya sebesar Rp45 ribu/bidang. Lalu, golongan IV meliputi lahan perkebunan dan pertanian dengan nilai PBB-nya di bawah Rp2 juta. Sementara untuk nilai PBB-nya di atas Rp2 juta, antara lain lahan milik perusahaan dan industri.

"Alhamdulillah, kini sudah 28 unit perusahaan kami lakukan pendataan ulang dari 800-an perusahaan. Jadi, masih sangat banyak sekali wajib pajak yang belum kami ukur ulang lahannya. Sebab, dalam melaksanakan verifikasi ulang dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit," ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan untuk saat ini verifikasi ulang lahan wajib pajak baru dilakukan di wilayah lima kecamatan, antara lain Kecamatan Katibung, Tanjungbintang, Natar, Sidomulyo, dan Ketapang. "Ya, pada tahap awal ini lima kecamatan lebih dahulu dan nanti akan dilakukan pada semua kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan ini," kata dia.

Ketika ditanya soal apakah sudah dilakukan pengembalian sebesar 10% ke tiap desa di Kabupaten Lampung Selatan dari hasil pungutan PBB dan retribusi lainnya, baik Edy Novian maupun Burhanudin tidak dapat memberikan keterangan.

Pasalnya, peraturan mengenai tersebut diketahui dengan jelas oleh BPPRD Lamsel. "Kami belum tahu, jika ada pengembalian sebesar 10% untuk tiap desa dari hasil pengumpulan PBB dan retribusi lainnya yang diperoleh dari perdesaan," ujarnya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Lasel Intji Indriati menyatakan surat keputusan (SK) dari BPPRD Lamsel sudah dibuat dan mendapatkan persetujuan dari bupati setempat. Sebab itu, 10% untuk desa dari hasil pengumpulan PBB dan retribusi lainnya akan digelontorkan ke rekening tiap desa.

"Saya sudah minta dengan BPPRD Lampung Selatan SK-nya. Tapi, hingga kini belum ada," kata Intji ketika ditemui di lingkup kantor bupati Lamsel.

Sumber : https://goo.gl/JmyBeJ

Kamis, 19 Oktober 2017

Rumahnya Hendak Dieksekusi PT KAI, Jhony Rela Bugil

Barang-barang milik Jhony R Tanjung dikeluarkan dalam eksekusi rumah dan lahan yang ditempati Jhony di Jalan Mangga, Pasir Gintung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Kamis (19/10/2017). (Foto: Lampost/Asrul Septian Malik)

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Rencana eksekusi rumah dan lahan yang ditempati oleh masyarakat bernama Jhony R Tanjung, di Jalan Mangga, Pasir Gintung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Kamis (19/10/2017) pagi, terus dilakukan. Terjadi argumentasi dari pihak PT KAI Divre IV Tanjungkarang, dengan kuasa hukum Jhony yang diadvokasi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung.

Saling memberikan argumentasi disamapikan oleh Direktur Eksekutif LBH Bandar Lampung Alian Setiadi, dengan pihak PT KAI, namun tidak menemui titik terang. Usai mediasi, personel PT KAI berusaha masuk, namun dihadang oleh warga dan kerabat pemilik rumah. "Semua tanah ini BPN yang berwenang, misal sertifikat hak milik, hak guna negara dan lain-lain, seluruh lahan yang diklaim PT KAI, masih bersengketa, harus ada keputusan inkrah, baru bisa dilakukan eksekusi," ujar Alian di lokasi eksekusi, Kamis (19/10/2017).

Namun eksekusi tersebut tak terelakan, akhirnya pihak PT KAI bersama Polsuska mengangkut seluruh barang berharga milik Jhony. Tak ayal pula, teriakan histeris bahkan berujung cacian dilontarkan oleh keluarga Jhony kepada pihak PT KAI. Bahkan Jhony nekat melepas seluruh pakaiannya hingga bugil dan bergulingan di lantai. "Bunuh saja saya, bunuh saja saya, PT KAI enggak ada prikemanusiaan," sambil berguling-guling di lantai rumahnya saat petugas PT KAI dan Polsuska mengosongkan barang-barang di rumahnya.

Sebelum Jhony nekat bugil, awalnya ia sempat berteriak dan meminta tempo tiga hari untuk mengosongkan rumah tersebut dan meminta eksekusi dilakukan sesuai prosedur yakni berkekuatan hukum tetap terlebih dahulu, sesuai permintaan kuasa hukumnya Alian Setiadi selaku Direktur Eksekutif LBH Bandar Lampung. Namun permintaan itu tak dielakan. "Kasih saya tempo tiga hari," katanya. Sedangkan personel dari Satlantas dan Sabhara Polresta Bandar Lampung, hanya berjaga untuk menjaga situasi agar tetap kondusif.

Sumber : https://goo.gl/qcEjpC

Jalinbar Sudah Bisa Dilalui

Pemasangan perakitan jembatan bailey untuk jembatan sementara di Jalinbar, Pekon Mandirisejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Rabu (18/10/2017). LAMPUNG POST/DETA CITRAWAN



KRUI (Lampost.co) -- Jalur Lintas Barat (Jalinbar) di Pekon Mandirisejati, Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat, yang putus beberapa waktu lalu sudah bisa dilalui kendaraan tertentu.
Untuk pengerjaan jembatan bailey oleh Tim Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Lampung masih terus dilakukan. Dengan menggunakan dua bantuan alat besar milik PT Jaya Konstruksi, mereka juga membangun jalur alternatif dari timbunan pasir pantai supaya jalur perlintasan tidak sepenuhnya lumpuh.

Jalur perlintasan alternatif itu untuk saat ini hanya dapat dilalui kendaraan pribadi roda dua. Pemantauan Lampung Post, banyak kendaraan roda dua yang dapat melalui jalur alternatif meski dengan sistem buka-tutup.

“Sekarang motor sudah bisa lewat, tapi enggak lancar karena jalurnya dari pasir, agak susah buat melintas. Tidak langsung semua kendaraan bisa lewat, harus giliran,” ujar salah seorang pengendara yang melintas, Rabu (18/10/2017).

Untuk kendaraan roda empat belum dapat melintasi jalur alternatif dengan lancar, karena cukup sulit melintasi jalur bermedan pasir itu. “Roda empat bisa lewat, tapi cuma mobil dobel gardan," ujarnya.
Rolli Ekoanto, dari PPK 7 manajer ruas Simpang Gunung Kemalasanggi, menjelaskan panjang dari jembatan bailey yang saat ini dilakukan perakitan yaitu 39 meter dengan lebar jembatan 4 meter, sementara bobot beban maksimalnya sebesar 5 ton.

Di sisi lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Barat Syaifullah menjelaskan pascabencana banjir dan Jalinbar rusak yang berada di pekon tersebut, jumlah kerugian pascabanjir yaitu sebesar Rp15.988.360.800. “Hasil itu berdasarkan dari hasil perhitungan tim kerja pengkajian pascabencana,” kata dia.

Untuk pembangunan jembatan bailey diperkirakan selesai selama 15 hari. Kepala Kasatker PJN Wilayah II Lampung Ryandra Narlan mengatakan pihaknya akan membangun jembatan permanen dan tidak melakukan penimbunan jalan seperti sebelumnya. "Untuk jembatan permanen, nanti tentu kami buat desainnya terlebih dulu," ujar dia.

Pihaknya akan menganggarkan pembangunan jembatan itu pada 2018 dengan proses tender dan diperkirakan akan terlaksana pada akhir 2018 karena akan desain terlebih dulu. "Sebelum desain, juga ada survei topografi. Kemudian kami minta kepada BKSDA untuk sodet aliran Way Mahenai,” ujarnya.

Sumber : https://goo.gl/xYhiLW