Facebook

Tampilkan postingan dengan label berita kobum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita kobum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Oktober 2017

Kecamatan Abung Tengah Jadi Kawasan Holtikultura

Kantor Dinas Pertanian Lampung Utara yang mencanangkan Kecamatan Abung Tengah sebagai kawasan Hortikultura. (Foto:Lampost/Yudhi Hardianto)

KOTABUMI --Kecamatan Abung Tengah ditetapkan sebagai kawasan holtikultura di Kabupaten Lampung Utara, khususnya pengembangan aneka tanaman buah-buahan tahun 2017.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian (Distan) Kabupaten Lampung Utara, Sofyan di ruang kerjanya, Rabu (25/10/2017). Menurutnya, pencanangan kawasan holtikultura di Kecamatan Abung Tengah tahun ini bertujuan untuk mendorong sebagai daerah agrowisata.

"Pengembangan kawasan holtikultura ke depan, wilayah itu akan dijadikan daerah agrowisata kabupaten" ujarnya.

Upaya awal yang dilakukan dalam pengembangan kawasan ini, Distan Lampung Utara akan menyalurkan bantuan dari APBN dari Kementerian Pertanian (Kementan) Tahun Anggaran (TA) 2017 dalam bentuk bibit buah jambu kristal sebanyak 900 batang yang akan disebar di tiga desa wilayah kecamatan setempat. Yakni; Gununggijul, Subik dan Pekurun Barat.

"Penanaman bibit buah jambu kristal akan dilakukan di halaman rumah warga di tiga desa," kata Sofyan.

Selain bibit jambu kristal, melalui sumber dana yang sama, kawasan itu juga mendapat bantuan bibit cabai untuk penanaman di areal lahan seluas 5 hektare dan bantuan bibit 100  batang nangka mini melalui dana APBD Lampung Utara TA 2017.

Sumber :https://goo.gl/X7qL2Y

Selasa, 24 Oktober 2017

Asyik Nyabu, Oknum PNS Pemkab Lampura Diciduk Polisi

Foto. (Dok. Polres Lampung Utara)
KOTABUMI - Seperti sia-sia saja apa yang dilakukan aparat dan pemerintah kabupaten (Pemkab) Lampung Utara demi mencegah peredaran narkoba di wilayahnya. Lagi-lagi oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Lampung Utara kedapatan mengkonsumsi sabu di kediamannya, setelah pada waktu yang sama ditandatanganinya fakta integritas zona bebas barang haram itu di kabupaten setempat.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Eka Mulyana mengatakan pelaku berinisial RS (53) ditangkap petugas di Jalan Punai Indah, Gang Almisbah No. 131, Kelurahan Tanjungharapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Senin (22/10) pukul 22.00. Dalam penggerebekan itu, turut diamankan satu paket sabu, beserta alat hisapnya yang masih ada sisa beserta korek api.

"Diduga oknum ini kesehariannya bekerja sebagai pegawai di salah satu dinas setempat, juga turut diamankan salah seorang temannya. Saat ini mereka sedang kami interigrasi dan didalami perkaranya, " katanya kepada Lampost.co, Selasa (24/10/2017) pagi.

Menurutnya, penggerebekan itu dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat karena resah tempat itu dijadikan sarana untuk menghisap sabu-sabu. Sehingga pihaknya menurunkan tim untuk melihat kondisi yang ada, dan benar ditemukan ada dua orang sedang pesta barang haram itu.

"Saat penggerebekan itulah kita tahu ada salah seorang pemakai merupakan PNS. Kasus ini sedang kita dalami, mudah-mudahan dalam waktu dekat akan diberikan pasal pada mereka. Untuk memberikan efek jera terhadap penyalahgunaan barang haram itu," terangnya.

Sumber : https://goo.gl/FJHYYJ

98% Posyandu di Lampung Utara Belum Punya Gedung

Ilustrasi gedung posyandu. www.dakta.com

KOTABUMI - Sekitar 98% posyandu di Kabupaten Lampung Utara belum memiliki fasilitas gedung khusus guna melakukan pelayanan bagi bayi maupun balita dan ibu hamil. Sejauh ini, pelayanan kader posyandu masih menumpang di rumah warga maupun balai desa.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Utara Daning Pujiarti, di ruang kerjanya, Selasa (24/10), mengatakan dari 632 unit posyandu tersebar di 247 desa/kelurahan di 23 kecamatan se-Lampura.

Hanya sekitar 30 unit posyandu memiliki gedung sendiri beserta fasilitasnya, baik alat timbang maupun mebel. Sisanya 602 unit posyandu belum memiliki gedung sendiri sehingga alat timbang bagi bayi maupun balita beserta mebelnya mesti di pindah-pindah ke rumah warga maupun di balai desa setempat.

"Dari 632 unit posyandu, hanya ada 30 unit posyandu atau sekitar 2% yang memiliki fasilitas gedung sendiri yang merupakan bangunan eks proyek PNPM dan 602 unit sisanya masing menumpang di rumah warga dan gedung balai desa," ujarnya.

Dengan seringnya sarana dan pra sarana alat posyandu mesti dipindah-pindah atau tidak tetap pada tempatnya, menyebabkan alat itu rentan rusak dan hal ini berdampak pada pelayanan seperti kurang akuratnya penimbangan bobot bayi.

Karena itu, menurutnya, pemenuhan keberadaan kantor posyandu di Lampura menjadi persoalan penting yang harus direalisasikan. "Dengan seringnya berpindah lokasi, fasilitas posyandu seperti alat timbang dan mebel rentan rusak," kata Daning.

Dia mengaku jika posyandu memiliki unit gedung sendiri, kesadaran masyarakat aktif berkunjung posyandu sebagai pusat layanan kesehatan ibu dan anak, layanan keluarga berencana, imunisasi, maupun peningkatan gizi keluarga sangat dibutuhkan.

"Posyandu merupakan ujung tombak layanan kesehatan bagi masyarakat, karena itu memiliki unit gedung tersendiri dan kesadaran serta partisipasi warganya sangat diharapkan," kata Daning menambahkan.

Sumber : https://goo.gl/6Qj1pE

Senin, 16 Oktober 2017

Warga Kotabumi Pertanyakan Sertifikat Ganda

Djonis Idris (70), warga Kelurahan Kotaalam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Sabtu (14/10), mempertanyakan diterbitkannya dua sertifikat kepemilikan hak atas tanah pada satu bidang tanah yang sama. (Foto:Lampost/Yudhi H)

KOTABUMI (Lampost.co)--Warga mempertanyakan kepemilikan sertifikat ganda yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lampung Utara pada satu objek bidang tanah yang sama. Djonis Idris (70), warga Kelurahan Kotaalam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Sabtu (14/10), mempertanyakan diterbitkannya dua sertifikat kepemilikan hak atas tanah pada satu bidang tanah yang sama di areal lahan seluas 2 hektare di Desa Papanrejo/Desa Gedungnyapah, Kecamatan Abung Timur, yang dikeluarkan BPN.

"Sebagai warga saya mempertanyakan terbitnya dua sertifikat tanah yang dikeluarkan BPN Lampura pada satu objek bidang tanah yang sama," kata Idris.

Sertifikat pertama atas nama Mahmudi yang diterbitkan BPN pada 5 Maret 2002. Sertifikat ke dua milik Ratu Hilalia yang diterbitkan BPN pada 27 September 1989, merujuk akta jual beli 11-9-1987 No. 198/Ktb/1987 dan hal itu dikuatkan dengan pernyataan secara tertulis pemilik sebelumnya, Raja Sangun (69), warga Desa Papanrejo pada 18 Agustus 2016. Kemudian surat keterangan pendaftaran tanah yang dikeluarkan BPN Lampung Utara No. 88/2016 yang menyatakan sampai saat ini sertifikat hak milik No. 1768 pada objek tanah itu tercatat atas nama Ratu Hilalia.

Menyoal terbitnya sertifikat ganda itu, dia berharap BPN Lampung Utara dapat memperjelas kepemilikan atas hak yang sah atas status tanah tersebut dan bagi masyarakat, agar lebih berhati-hati dalam pembuatan sertifikat sehingga kejadian tumpang tindih kepemilikan sertifikat tidak terjadi.

"Masyarakat mesti berhati-hati saat melakukan transaksi jual beli tanah. Sebab, selain rentan penipuan, dalam pembuatan sertifikat dapat terjadi tumpang tindih kepemilikan dan untuk memperjelas kepemilikan yang sah mesti di tempuh melalui jalur hukum," kata dia.

Sumber : https://goo.gl/o9qBs9

Rabu, 11 Oktober 2017

Warga Lampura Menjerit, Gas Elpiji 3 Kg Sampai Rp30 Ribu

Ilustrasi. (Dok. Lampost.co)

KOTABUMI (Lampost.co) -- Masyarakat Lampung Utara semakin menjerit. Setelah berbagai harga kebutuhan pokok meningkat signifikan, bahan baku pokok di dapur pun ikut merangkak mencekik warga. Khususnya bagi mereka yang kurang mampu, atau hidup pas-pasan.

Pasalnya, barang yang notabennya disubsidi pemerintah, harga tabung gas elpiji ukuran 3 kg selangit. Bagaiman tidak, di pusat ibu kota kabupaten tertua di Lampung itu saja harganya telah mencapai Rp23 ribu per tabung pada tingkat agen. Sementara di pengecer telah menembus angka diatas Rp25 ribu per tabung.

Hal itu semakin mencekik warga disana, apalagi disaat hasil bumi yang banyak digeluti warga disana sedang turun dan hasilnya pun kurang memuaskan. Semakin menambah beban hidupnya, belum lain kebutuhan lain seperti listrik yang terus mengalami kenaikkan tanpa diimbangi dengan pelayanan prima.

"Kami mau bagaimana lagi bang, semuanya sekarang mahal. Kalau disini masih mending dapat segitu, di daerah Bukit Kemuning sana bisa mencapai Rp28- 30 ribu per tabung," kata wati, salah seorang warga setempat saat ditemui Lampost.co, Rabu (11/10/2017).

Hal tersebut sangat memberatkan, lanjutnya, sebab selain pengeluaran itu juga beban lainnya pun tak luput dari perhatian. Mulai dari kebutuhan pokok beras harganya tinggi, biaya listrik yang sangat mencekik dan saat ini harga gas tinggi dan suli didapat.

"Kami ini rakyat kecil tidak bisa apa-apa," ujarnya.

Sumber : https://goo.gl/4Kh3Md

Senin, 18 September 2017

Guru di Lampura Belum Terima Dana Sertifikasi

Kadisdikbud Lampura, Suwandi memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di sela kunjungan belum lama ini. (Foto: Lampost/Fajar Nofitra)

KOTABUMI (lampost.co) -- Beberapa guru yang sudah berhak menerima dana sertifikasi di Kabupaten Lampung Utara mengaku belum menerima haknya. Padahal sebelumnya, telah dijanjikan akan segera direalisasikan langsung kepada sejumlah guru. "Kalau kami disini sama sekali belum menerima, begitu pun di sekolah lainnya. Kita sih berharap hak kami dapat dipenuhi, karena kewajiban telah dijalankan," kata salah satu guru SD negeri di Kecamatan Abung Timur dan Abung Tinggi kepada lampost.co, Senin (18/9/2017).

 Sementara proses pencairan dana sertifikasi triwulan II Tahun 2017 di Kabupaten Lampung Utara dilaksanakan secara bertahap, setelah sebelumnya dijanjikan akan segera keluar pada Agustus. Namun, baru pada pekan lalu dana tersebut baru ditransfer pada masing-masing guru bersangkutan. "Alhamdulillah mulai awal bulan kemarin dana telah mulai ditransfer langsung ke masing-masing guru berstatus sertifikasi," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampura Suwandi, akhir pekan lalu.

 Menurutnya, keterlambatan terjadi bukan terletak pada proses verifikasi maupun pengajuan dilaksanakan oleh Disdikbud. Akan tetapi, terjadi karena keterlambatan proses pencairan dari pusat. Sehingga pihaknya tidak dapat berbuat banyak, hanya menunggu petunjuk dari pusat. "Pencairannya kita laksanakan secara bertahap, karena keadaan keuangan yang tidak memungkinkan. Seluruh proses pendataan validitas sesuai instruksi telah selesai kita laksanakan, dan pengajuan ke keuangannya pun dipercepat. Namun, kondisinya seperti yang ada di lapangan seperti demikian," terangnya.

Sumber : https://goo.gl/959WtG

Senin, 11 September 2017

Begal Bacok Dua Warga

Ilustrasi pembegalan. Dok.Lampost.co

KOTABUMI (Lampost.co) -- Dalam sehari dua warga menjadi korban pembegalan sepeda motor di lokasi yang berbeda di Wilayah Lampung Utara, Sabtu (9/9/2017).

Selain merampas sepeda motor Yamah Mio BE-4367-JM dan Honda Beat belum ada plat (baru, red) milik para korban, kawanan begal tersebut juga secara sadistis melukai korban menggunakan golok hingga korban dilarikan ke rumah sakit daerah setempat.

Kedua korban, yakni Supardi (48), warga Parduan Waras, Abung Timur, Lampung Utara, menderita luka bacok di kepala dan tangan kanan dan jari tangan kiri dan Imam Budi Santoso (37), warga Kelurahan Sribasuki, Kotabumi, Lampung Utara itu, mengalami luka bacok tangan kiri.

Data yang berhasil dihimpun Lampost.co, Supardi mengetahui salah seorang anaknya menjadi korban aksi pembegalan dua pelaku di jalan raya tidak jauh dari rumahnya ketika hendak pergi ke sekolah.
Mengetahui hal itu, korban mencoba menolong anaknya yang ditodong pelaku dengan sebilah golok. Namun kawanan begal tersebut malah mengamuk dan langsung menyerangnya hingga korban mengalami luka bacok di kepala dan tangan kanan serta jari tangan kiri.

”Saya berusaha mengelak namun para pelaku dengan beringas membacok saya hingga terluka,” ujarnya.

Saat korban terluka dan tak berdaya, para pelaku tersebut langsung membawa kabur sepeda motor miliknya. Sedangkan korban dibantu warga dibawa ke rumah sakit.

”Saya tidak menyangka begal tersebut membacok saya dan mereka juga membawa kabur sepeda motor Honda Beat saya,” kata korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit umum Kotabumi kemarin.

Sementara itu, di tempat terpisah aksi pembegalan juga dialami Imam Santoso saat hendak pergi ke pasar. Awalnya korban mengendarai sepeda motor seorang diri. Tiba di tengah jalan tepatnya depan kantor Kelurahan Sribasuki, korban diadang dua pelaku.

”Saya berusaha mempertahankan sepeda motor saya, tapi langsung dibacok kawanan begal tersebut,” ujarnya usai melapor ke kantor mapolres setempat kemarin. Beruntung korban hanya terluka di tangan kiri, tapi para pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor Yamaha Mio miliknya.

Secara terpisah, Kasat Resksrim Polres Lampung Utara AKP Sahrial ketika dimintai keterangan menyikapi aksi pembegalan itu mengatakan pihaknya kini masih melakukan upaya penyelidikan dan anggotanya kini masih berada di lapangan untuk mengidentipikasi para pelakunya.

”Pihaknya berharap para pelaku dapat ditangkap dan pihaknya meminta peran serta mayarakat untuk menjaga keamanan daerah masing-masing,” harapnya.

Sumber : https://goo.gl/1P9ZN6

Senin, 28 Agustus 2017

Meriah, Lomba Menulis Berita PWI Lampung Utara

Ketua PWI Lampura Jimi Irawan menyerahkan secara sombolis hadiah bagi para pemenang lomba menulis berita di pemancingan umum, Yono, Kelurahan Tanjungharapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Sabtu (26/8/2017). Lampost.co/Fajar Nofitra

KOTABUMI (Lampost.co) -- Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Lampung Utara bersama DPD PKS setempat melaksanakan lomba menulis berita di pemancingan umum, Yono, Kelurahan Tanjungharapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Sabtu (26/8/2017). Perlombaan berlangsung meriah meski keadaannya sangat sederhana.

Meski demikian, para peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar SMA/sederajat di sekitarnya sangat antusias mengikuti kegiatan yang diadakam dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan bangsa Indonesia.

Mahasiswa asal STMIK Surya Intan Kotabumi, Ainun Basyiroh, berhasil meraih  juara pertama. Diikuti Hendra Darmawan dan Natsya Alia Putri asal SMAN 1 Abung Pekurun di tempat kedua dan ketiga. (berita lampura)

Ketua PWI Lampung Utara, Jimi Irawan usai perlombaan mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba. Ia menilai pemenang lomba menulis berita tersebut memiliki potensi besar dalam menulis berita.

“Saya ucapkan selamat kepada peserta yang menjadi juara,” kata dia melalui rilis diterima Lampost.co, Minggu (27/8/2017).

Menurut Jimi, dengan dinobatkan sebagai juara mengikuti lomba menulis berita, para peserta dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi seorang jurnalis. Oleh karena itu, dirinya berharap bakat dan potensi tersebut harus dikembangkan dan digali agar kelak dapat menjadi seorang wartawan yang baik pada masa mendatang.

Jimi kegiatan ini dilaksanakan merupakan sebuah rangkaian untuk memperingati HUT ke-72 RI. Selain itu, lanjut Jimi, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa persatuan kesatuan dan kekeluargaan bagi seluruh pengurus PWI Lampung Utara.

“Kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan yang positif, selain memperingati kegiatan HUT ke-72 RI tahun 2017, kegiatan ini juga dapat dijadikan ajang penyaluran bakat menulis berita,” katanya.
Hal senada dikatakan Ketua DPD PKS Lampung Utara, Agung Utomo. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan berkat kerja sama antara DPD PKS dan pengurus PWI Lampung Utara. Dan tujuannya adalah untuk memeriahkan HUT RI dan tidak ada kaitannya dengan pilkada pada tahun 2018 mendatang.

“Kegiatan ini murni untuk memperingati HUT RI dan mempererat tali silaturahmi antara kader PKS dan pengurus PWI Lampung Utara, semoga ke depan kegiatan ini dapat kembali diadakan dengan lebih meriah lagi, “ kata Agung.

Sumber : https://goo.gl/TsNoHb

Rabu, 23 Agustus 2017

Perampok Bersenpi Satroni Rumah Pegawai Dinas PU di Siang Bolong



KOTABUMI (Lampost.co) – Empat perampok bersenjata api menyatroni rumah seorang warga di Jalan Mustopa, Gang Sepakat I Kelurahan Tajung Seneng, Kotabumi Selatan, Lampung Utara, Selasa (22/8/2017), sekitar pukul 11.00.

Para pelaku masuk ke rumah korban yang juga pegawai Dinas PU Lampura dengan cara mendobarak pintu belakang rumah dan berhasil menguras harta benda korban berupa uang tunai Rp3,5 juta dan perhiasan emas berupa kalung serta anting sebesar 7 gram serta sebuah laptop.

Menurut korban, Sumario (53), ketika dimintai keterangan di rumahnya, Selasa (22/8/2017),  pada saat kejadian  di rumahnya hanya ada anaknya, Andika (19). Sedangkan dirinya sedang bekerja, begitu juga dengan istrinya.

”Saya langsung terkejut dan pulang ke rumah setelah mengetahui rumah saya dirampok pelaku bersenpi,” ujarnya.
Beruntung anak korba tidak dilukai karena bersembunyi di kamarnya. Saat korban mengecek kondisi rumahnya, dia mendapati dalam kondisi berantakan dan para pelaku hanya berhasil mengambil uang Rp3,5 juta dan perhiasan emas seberat 7 gram yang disimpan dalam lemari di kamar korban. Selain itu, sebuah laptop juga dibawa kabur pelaku.

”Saya bersyukur anak saya yang tinggal di rumah sendirian selamat dan aparat kepolisian sendiri telah datang ke rumah melakukan oleh tempat kejadian perkara,” ujar dia lagi.

Sementara itu, menurut anak korban Andika, sebelum kawanan perampok masuk rumahnya, ia sempat melihat ada empat orang tak dikenal mengendarai sepeda motor masuk perkarangan rumah.
Setelah itu, para pelaku mencoba masuk lewat pintu depan rumah. Karena gagal,  mereka menuju pintu samping belakang rumah lalu mendobrak dengan cara ditendang. Setelah berhasil membuka paksa, mereka langsung masuk  rumah. Mengetahui hal itu, Andika langsung bergegas masuk kamar.
”Saya dan kawanan perampok sempat dorong-dorongan pintu kamar, namun alhamdulillah saya dapat mengunci pintu dan bersembunyi dalam kamar,” ujarnya.

Saat dorong-dorongan pintu kamar dengan para pelaku, Andika sempat diancam seorang pelaku untuk tidak berteriak atau akan ditembak. Mendanagar ancaman itu, Andika tetap bersembunyi dalam kamar dan sekitar 15 menit kawanan perampok tersebut beraksi dalam rumahnya dan setelah itu mereka kabur.

”Saya tidak berani bertiak minta tolong karena mendengar ancaman akan ditembak dan hanya pasrah berdiam diri di dalam kamar,” ujar dia lagi.

Setelah para pelaku kabur, barulah Andika memberanikan diri keluar kamar dan minta tolong kepada warga hingga kemudian petugas datang.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Syahrial ketika dimintai keterangan mengatakan pihaknya telah melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban. ”Mudah-mudahan kasus perampokan ini segera  terungkap dan kini anggota kami masih melakukan penyelidikan,” kata Syahrial.

sumber : https://goo.gl/gsfPaF