Facebook

Tampilkan postingan dengan label berita pesibar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita pesibar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 November 2017

Jalan di Pekon Pemerihan Diharapkan Segera Diperbaiki

Tanggul penahan jalan di Kecamatan Karyapenggawa, Pesisir Barat sudah lama terkikis arus sungai. Jalan penghubung Jalinpanbar itu diharapkan segera diperbaiki. (Foto:Dok.Kec.Karyapunggawa)

KRUI (Lampost.co)--Jalan di Pekon Pemerihan Kecamatan Bangkunatbelimbing, Pesisir Barat yang tergerus air sungai diharapkan segera diperbaiki agar tidak terhadi kerusakan lebih parah lagi dan menyebabkan jalan terputus.

Camat Lemong, Miswandi Hasan, Saat dihubungi Lampost.co, Senin (6/11/2017), mengatakan kondisi arus lalu lintas di wilayah kecamatan itu dari wilayah perbatasan dengan kecamatan Pesisir Utara hingga perbatasan dengan Provinsi Bengkulu, relatif lancar. Namun, jika jalan yang longsor tak segera diperbaiki, bisa menyebabkan longsor lebih parah lagi.
"Ada jalan tepatnya di depan Kramat Manullah Pekon Rataagung, longsor dengan lebar dan panjang sekitar 5X2 meter, dengan kedalaman sekitar 100 meter  tersebut, kalau dari arah Krui ke Bintuhan posisinya ada di kiri, meski belum sampai memakan bahu jalan, tetapi kami khawatir dengan kondisi ini, " kata Miswandi.

Pihaknya berharap PT Subanus, selaku pihak yang diberikan kewenangan untuk memelihara kondisi jalan di kecamatan Lemong dan sekitarnya, cepat tanggap dengan kondisi itu segera melakukan perehaban yang dibutuhkan. Namun demikian kata Miswandi, secara keseluruhan arus lalu lintas kendaraan di kecamatan tersebut relatif lancar.
Senada disampaikan Camat Pesisir Utara, Robinson, saat dihubungi Lampost.co, wilayah kecamatan tersebut yang juga di lintasi Jalan lintas pantai barat Pesisir Barat, kondisinya aman dan lancar, meski demikian pihaknya terus melakukan pemantauan, terlebih saat ini hujan deras masih sering terjadi di wilayah sepanjang kabupaten itu.

Sementara Camat kecamatan Karya Penggawa, Ermen Patria, mengatakan meski kondisi jalinpanbar di kecamatan itu relatif aman, namun kekhawatiran pihaknya terjadi longsor dari tebing batu.

Sumber : https://goo.gl/omDM8D

Selasa, 24 Oktober 2017

Kasatlantas Lambar Pantau Pembangunan Jembatan Bailey dan Lalu Lintas di Jalinbar

Pembangunan jembatan bailey terus dipercepat untuk memuka akses transpotasi di Jalinbar Pekon Mandirisejati, Pesisir Barat, Selasa (24/10/2017). (Foto:Lampost/Yon Fisoma)

KRUI -Pembangunan jembatan bailey (darurat) di Jalinbar Pekon Mandiri Sejati Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat, terus dikerjakan dan hampir rampung.

Pantauan Lampost.co di lokasi pembangunan, Selasa (24/10/2017)sore, motor dan mobil yang melintas di lokasi itu masih melewati jalan darurat yang di bangun diatas timbunan pasir pantai setempat.

Meski jalan salah satu jalur jembatan bailey sudah selesai dilakukan pengerasan untuk  keluar masuk jembatan, namun pada jalur lain masih dalam proses pengerjaan.

Kasatlantas Polres Lampung Barat dan Pesisir Barat, AKP Agustinus,  mengatakan pihaknya melakukan pengamanan jalur lalu lintas di lokasi itu untuk memastikan arus kendaraan yang melintas serta proses penanganan dan perbaikan jalur di lokasi berjalan lancar.

"Kami mengimbau kepada pengendara yang melintas berhati-hati, sebab jalan yang digunakan sekarang kondisi masih darurat, meski sudah  dapat dilewati. Tetapi untuk truk bermuatan memang belum diizinkan lewat jalur ini," kata Agustinus.

Setiap hari pihaknya juga terus menyampaikan progres perbaikan dan himbauan kepada masyarakat pengguna jalan tentang kondisi penanganan Jalinbar di lokasi tersebut  setiap waktu melalui siaran radio Suara praja, milik pemerintah kabupaten Lampung Barat.

Sumber : https://goo.gl/rg8tNj

Kamis, 19 Oktober 2017

Jalinbar Sudah Bisa Dilalui

Pemasangan perakitan jembatan bailey untuk jembatan sementara di Jalinbar, Pekon Mandirisejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Rabu (18/10/2017). LAMPUNG POST/DETA CITRAWAN



KRUI (Lampost.co) -- Jalur Lintas Barat (Jalinbar) di Pekon Mandirisejati, Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat, yang putus beberapa waktu lalu sudah bisa dilalui kendaraan tertentu.
Untuk pengerjaan jembatan bailey oleh Tim Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Lampung masih terus dilakukan. Dengan menggunakan dua bantuan alat besar milik PT Jaya Konstruksi, mereka juga membangun jalur alternatif dari timbunan pasir pantai supaya jalur perlintasan tidak sepenuhnya lumpuh.

Jalur perlintasan alternatif itu untuk saat ini hanya dapat dilalui kendaraan pribadi roda dua. Pemantauan Lampung Post, banyak kendaraan roda dua yang dapat melalui jalur alternatif meski dengan sistem buka-tutup.

“Sekarang motor sudah bisa lewat, tapi enggak lancar karena jalurnya dari pasir, agak susah buat melintas. Tidak langsung semua kendaraan bisa lewat, harus giliran,” ujar salah seorang pengendara yang melintas, Rabu (18/10/2017).

Untuk kendaraan roda empat belum dapat melintasi jalur alternatif dengan lancar, karena cukup sulit melintasi jalur bermedan pasir itu. “Roda empat bisa lewat, tapi cuma mobil dobel gardan," ujarnya.
Rolli Ekoanto, dari PPK 7 manajer ruas Simpang Gunung Kemalasanggi, menjelaskan panjang dari jembatan bailey yang saat ini dilakukan perakitan yaitu 39 meter dengan lebar jembatan 4 meter, sementara bobot beban maksimalnya sebesar 5 ton.

Di sisi lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Barat Syaifullah menjelaskan pascabencana banjir dan Jalinbar rusak yang berada di pekon tersebut, jumlah kerugian pascabanjir yaitu sebesar Rp15.988.360.800. “Hasil itu berdasarkan dari hasil perhitungan tim kerja pengkajian pascabencana,” kata dia.

Untuk pembangunan jembatan bailey diperkirakan selesai selama 15 hari. Kepala Kasatker PJN Wilayah II Lampung Ryandra Narlan mengatakan pihaknya akan membangun jembatan permanen dan tidak melakukan penimbunan jalan seperti sebelumnya. "Untuk jembatan permanen, nanti tentu kami buat desainnya terlebih dulu," ujar dia.

Pihaknya akan menganggarkan pembangunan jembatan itu pada 2018 dengan proses tender dan diperkirakan akan terlaksana pada akhir 2018 karena akan desain terlebih dulu. "Sebelum desain, juga ada survei topografi. Kemudian kami minta kepada BKSDA untuk sodet aliran Way Mahenai,” ujarnya.

Sumber : https://goo.gl/xYhiLW

Senin, 16 Oktober 2017

Pemasangan Bailey di Jalinbar Tunggu Tim

Pengendara motor melintas di jalur buatan yang dibuat dengan timbunan pasir sebagai jalur alternatif sementara sampai jembatan bailey selesai dibangun, Minggu (15/10/2017). (Foto: Lampost/Deta Citrawan)

KRUI (lampost.co) -- Ambrolnya jalur lintas barat (Jalinbar) yang berada di Pekon Mandirisejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, membuat akses perlintasan dari Krui menuju Bandar Lampung atau sebaliknya menjadi terhambat.

Sementara ini dari Kementerian PUPR atau dalam hal ini Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Lampung akan membangun jembatan sementara (Bailey) yang berbahan baja sebagai alternatif agar akses jalur perlintasan dapat tetap berjalan.

Ditemui di lokasi, Mansur dari Balai Besar PJN Wilayah 5 Palembang mengatakan, material untuk jembatan bailey telah sampai di lokasi pada Minggu (15/10/2017) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Saat ini sudah dijadwalkan bongkar jembatan dari angkutan yang nantinya akan dilakukan pemasangan.

"Rangka untuk jembatan sudah sampai dan untuk pelaksanaan pemasangan belum, baru sebatas pembongkaran rangka jembatan, dan masih harus menunggu tim pemasangan," kata Mansur, Minggu (15/10/2017).

Sumber : https://goo.gl/VSBXnp

Jumat, 13 Oktober 2017

400 Hektare Persawahan di Pesisir Barat Terendam Banjir

Lahan persawahan di 3 Kecamatan di Pesisir barat yang terendam banjir, Kamis (12/10/2017). (Foto:Lampost/Deta Citrawan)

KRUI (Lampost.co)--Curah hujan yang cukup tinggi di Kabupaten Pesisir Barat tak hanya berdampak pada banjir dan putusnya jalan lintas barat, tetapi juga merendam ratusan hektare sawah milik petani setempat.Dinas Pertanian Pesibar memperkirakan lebih 400 haktare (Ha) lahan persawahan warga terendam banjir.

Kepala Dinas Pertanian Pesisir Barat, Jalaludin, melalui Kabid Tanaman Pangan Gunawan, Kamis (12/10/2017), di Jalinbar Pekon Mandiri sejati, Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat, mengatakan intensitas curah hujan cukup deras  telah mengakibatkan lahan persawahan milik warga di 3 Kecamatan terendam banjir.

“Saat ini Dinas telah mendapatkan informasi bahwa terdapat lahan sawah milik warga terendam banjir, itu di 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Ngambur, Kecamatan Krui Selatan, dan Pesisir Selatan,” jelasnya.

Dari 3 kecamatan tersebut, pekon –pekon yang lahan persawahan warga terendam banjir adalah Kecamatan Krui Selatan Pekon Mandiri Sejati, Kecamatan Ngambur Pekon Sumberagung, Negeriratu, dan Pekon Mon. Kemudian Kecamatan Pesisir Selatan di Pekon Tanjungraya, Ulokmanik, dan Pekon Negeriratu Tenumbang.

Atas laporan yang diterima oleh Dinas pertanian setempat dari pihak petugas Kecamatan. Dinas Pertanian akan lakukan pengecekan langsung ke lokasi, dan melihat tingkat kerusakan yang ditimbulkan untuk nantinya akan menjadi penialaian dari Dinas untuk memberikan bantuan

Gunawan mengatakan saat ini pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah nominal kerugian warga yang ditimbulkan oleh bencana banjir itu. Sebab pihak Dinas masih akan lakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Sumber : https://goo.gl/k4YcTY

BBPJN Sebut Butuh 10 Hari untuk Menormalkan Kembali Jalinbar

Kondisi Jalinbar di Km 20, Pekon Mandirisejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, terputus akibat tergerus aliran Way Mahenai. Ases menuju Krui—Bandar Lampung dan sebaliknya lumpuh total, Kamis (12/10/2017). LAMPUNG POST/DETA CITRAWAN
BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V Zamharir Basuni memprediksi jalur lintas barat akan berlansung normal sekitar 10 hari ke depan pascaputusnya jalan di Km 20, Pekon Mandiri, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat akibat diterjang air, Kamis (12/10/2017), sekitar pukul 05.00.

"Jadi untuk sementara dialihkan dulu, tidak bisa serta merta jadi,  sudah kita kirimkan dari Palembang jembatan bailey memenuhi badan jalan yang ambles. Kami prediksi jika enggak ada kendala, jembatan bailey-nya sudah bisa dilalui dalam 10 hari ke depan," ujarnya melalui sambungan telepon, Kamis (12/10/2017).

Menurut dia, untuk perbaikan pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Provinsi, maupun Kabupaten Pesisir Barat, terkait jenis perbaikan apa yang akan dilakukan, dan diharapkan nantinya bisa diprediksi jalur tersebut tidak akan putus kembali, walaupun rusaknya jalan nasional tersebut karena faktor alam.

"Nanti kita persiapkan pembangunannya secara keseluruhan, apakah mau dibuat jembatan saja, atau dibuat jalan kembali seperti semula, kita masih koordinasi dulu, yang jelas kebijakan jangka pendek dengan jembatan bailey ini kita utamakan dulu," katanya.

Sumber : https://goo.gl/QCnx5N

Kamis, 12 Oktober 2017

Banjir dan Jalan Putus di Pesisir Barat, Satu Meninggal

Puluhan rumah terendam banjir dengan ketinggian 80 cm di Kecamatan Krui Selatan. (Foto: Dok. Lampung Post)

KRUI (lampost.co) -- Terkait putusnya Jalan Lintas Barat (jalinbar) di Pekon Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat, pihak PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama (JKMP), selaku pelaksana pembangunan jalinbar di kabupaten itu, menyatakan siap untuk secepatnya memperbaiki kerusakan tersebut hingga jalur tersebut kembali normal dan dapat dilalui kendaraan. "Itu bencana, tapi kami siap dan tanggap untuk  menanggulangi jalan tersebut sesuai perintah dari kepala satker Lampung," kata pimpinan PT JKMP di Pesisir Barat, Budi, Kamis (12/10/2017).

Sementara itu, petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Pesisir Barat Heriyanto, mengatakan hingga saat ini sekitar 80 rumah masih terendam banjir dengan ketinggian 80 cm dan sawah masih terendam banjir. Selain itu, jembatan ayun di Pemangku Kupang, Pekon Talangbamban, Kecamatan Pesisir Selatan, putus. Selain itu terjadinya abrasi pantai. "Aktifitas masyarakat saat ini lumpuh total. Korban satu orang meninggal dunia tersetrum listrik, satu sekarat sekarang masih dirawat di Puskesmas Kejadian, Pekon Gunung Kemala, Kecamatan Way Krui. Jadi saat jalan putus, mereka di lokasi bencana, tiang listrik rubuh menimpa dua orang itu, akibatnya mereka tersetrum listrik," jelas Heriyanto.


Informasi yang dihimpun lampost.co, Ruli Andespa (22) bin Rahman Ali, warga Pekon Padanghaluan, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, merupakan satu dari dua korban kesetrum kabel besar PLN di lokasi jalan putus di Pekon Mandiri Sejati, meninggal dunia setelah beberapa saat mendapatkan pertolongan medis di Puskesmas Pesisir Tengah. Sementara itu satu korban lainnya, Syafi'i (65), warga Pekon Balaikencana, Kecamatan Krui Selatan, masih dalam penanganan pihak puskesmas.

Sumber : https://goo.gl/nMZiDe

Tim Gabungan Dikerahkan Merehabilitasi Jalinbar yang Putus

Petugas BPBD Pesisir Barat saat mengevakuasi masyarakat, akibat jalinbar yang terputus, Kamis (12/10/2017). (Foto:Dok.Ditlantas Polda Lampung).

KRUI (Lampost.co)--Upaya rehabilitasi jalan lintas barat Jalur lintas barat (Jalinbar) di Kilometer 20 Pekon Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, yang terputus akibat banjir dan longsor, mulai dilakukan. Bahkan diusulkan untuk dibangun jembatan di lokasi yang terputus itu.

Pemantauan Lampost.co di lokasi longsor, volume putusnya jalinbar itu diketahui kurang lebih sepanjang 50 meter, dengan kedalaman 8 meter. Terlihat seluruh petugas mulai dari Kepolisian Resort Lambar, TNI Lambar, BPBD Pesisir Barat, Dishub dan Satpol-PP setempat, berada di lokasi guna melakukan evakuasi dan pengamanan terhadap korban didaerah setempat.

Sekitar pukul 08.30 WIB, Wakil Bupati Pesisir Barat Erlina melihat ke lokasi kejadian jalan rusak itu, yang sebelumnya Sekkab Azhari lebih dahulu telah berada di lokasi kejadian tersebut.
Sekkab Azhari mengatakan pihak Pemkab Pesisir Barat bar telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung atas kejadian yang saat ini terjadi di Pesisir Barat. Dan juga sebagai bentuk penanggulangan bencana pertama, Pemkab Pesibar telah memerintahkan Dinas Sosial, BPBD, dan SKPD terkait untuk memberikan bantuan terhadap warga yang menjadi korban banjir.

Wakil Bupati Pesibar Erlina (tengah) dan rombongan saat meninjau  ke lokasi jalan yang putus di Pekon Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat, Kamis (12/10/2017).(Foto:Lampost/Deta Citrawan)


Wakil Bupati mengatakan Pemkab Pesisir Barat telah lakukan komunikasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional V Wilayah Sumsel di Lampung, untuk membangun jembatan semantara dilokasi tersebut.

“Pemkab sudah lakukan komunikasi dengan BBPJN V agar di lokasi dapat dibangun jembatan sebagai akses jalur sementara agar tidak lumpuh total. inshaAllah dalam beberapa hari kedepan dapat dilaksanakan.” Ujarnya kepada Lampost.co, Kamis (12/10/2017), sekitar pukul 14.30 WIB.
Dan kepada korban banjir yang juga menimpa warga di daerah setempat, Erlina telah memerintahkan dinas terkait untuk dapat memberikan bantuan sementara terhadap korban banjir.

“BPBD agar dapat memberikan bantuan kepada mereka (warga), sebab bencana ini tidak kita prediksi sehingga penangganan cepat tenggap yang dapat kita lakukan.” Jelasnya.

Pihaknya juga mengiimbau kepada warga Pesisir Barat untuk berhati-hati sebab saat ini curah hujan yang cukup tinggi dapat menimbulkan bencana lainnya, dan juga Pesisir Barat merupakan daerah yang rawan akan bencana.

Sumber : https://goo.gl/xNSvrC

Rabu, 04 Oktober 2017

Pembangunan Gedung DPRD Pesisir Barat Tidak Bisa Diberi Adendum

Kejari Liwa, Lampung Barat-Pesisir Barat Alex Rahman saat memimpin rapat pembahasan pembangunan gedung perkantoran DPRD Pesibar di aula kantor Cabjari Krui, Selasa (3/10/2017). Lampost.co/Deta Citrawan

KRUI (Lampost.co)  - Kepala Kejaksaan Negeri Liwa, yang juga membawahi Kabupaten Pesisir Barat, Alex Rahman menegaskan adendum tidak dapat direkomendasikan terhadap pembangunan gedung perkantoran DPRD Pesisir Barat.

Kalaupun mendapatkan adendum harus memiliki alasan yang jelas, baik itu dikarenakan faktor alam sekitar lokasi yang kurang mendukung, atau penyebab lainnya yang dapat memperhambat laju pengerjaan pembangunan gedung perkantoran DPRD itu.

Hal itu dikatakan Kejari Liwa Alex Rahman saat memimpin rapat bersama tim pengawal dan pengaman pemerintah dan pembangunan daerah (TP4D), perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pesisir Barat, Inspektorat, dan dari pengawas kegiatan dari PT Trontonio Jaya Abadi di aula Kantor Cabjari Krui, Selasa (3/10/2017).

Dalam rapat yang berlangsung, dari pihak perusahaan menjelaskan sampai dengan saat ini progres pengerjaan pembangunan gedung parkantoran DPRD telah mencapai 55%.
Dan berdasarkan pada masa waktu kontrak yang akan habis pada 29 November 2017. Untuk itu, perusahaan mengejar target dari waktu yang telah ditentukan dengan berharap pada adendum dapat diberikan untuk memperpanjang masa waktu pengerjaan pembangunan tersebut.

Perusahaan juga pada kesempatan itu mengakui dalam pelaksanaan proses pembangunan gedung DPRD mengalami keterlambatan proses dalam hal finansial, yang dengan dalam proses pembebasan lahan memenggal banyak waktu yang berakibat dalam proses pembangunan gedung.

Kemudian, dari pihak Kejari Liwa sebagai ketua TP4D Pesisir Barat, mengkhawatirkan dalam proses waktu tidak mencapai target, dengan pihaknya mengatakan batas waktu pengerjaan sampai dengan 29 November sehingga dapat berimbas pada terputus kontrak dengan pihak perusahaan sebagai pelaksana proses pembangunan gedung DPRD.

Sumber : https://goo.gl/Je4Q4Y

Rabu, 30 Agustus 2017

MI Darul Ulum Harapkan Bantuan Rehab Bangunan

Kepala Madrasah Ibtidaiah (MI) Darul Ulum, Pekon Muara Tembulih, Kecamatan Ngambur, Pesisir Barat, Gousul Alam menunjukkan kondisi bangunan sekolah, Selasa (29/8/2017). Lampost.co/Deta Citrawan

KRUI (Lampost.co) -- Madrasah Ibtidaiah (MI) Darul Ulum di Pekon Mon, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), mengharapkan perhatian pemerintah setempat untuk perehaban bangunan gedung sekolah.

Kondisi gedung sekolah dasar Islam itu sudah mulai lapuk termakan usia. Secara keseluruhan langit-langit dari tiap lokal bangunan bahkan teras bangunan tidak berplafon. Jika musim hujan, murid-murid di sekolah itu harus terganggu kegiatan belajarnya.

Kepala MI Darul Ulum  Gousul Alam kepada Lampost.co, Selasa (29/8/2017), mengatakan sangat mengharapkan bantuan Pemkab dan Dinas Pendidikan setempat agar dapat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

Jauh sebelum itu, pihaknya telah mencoba berkoordinasi dengan maksud pengajuan perehaban bangunan sekolah, namun sampai kini pihak dinas terkait belum menanggapi permohonan tersebut. “Sebelumnya sudah lakukan pengajuan ke dinas, Pemkab, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” kata dia.

Dia menjelaskan MI Darul Ulum terakhir mendapatkan bantuan dana alokasi khusus (DAK) pada tahun 2005 dan sampai kini tidak mendapatkan bantuan serupa yang fungsinya untuk perbaikan atau peningkatan kualitas mutu pendidikan. “Terakhir dapat DAK tahun 2005, sampai sekarang tidak ada lagi bantuan.” ujarnya.

Gousul menjelaskan di sekolahnya terdapat 10 tenaga pengajar dengan jumlah murid 70 anak. Kemudian terdapat empat ruangan yang terdiri dari 3 ruang lokal murid, 1 ruang guru. Minimnya sarana pendidikan di sekolah itu memembuatnya berharap mendapat perhatian pemerintah setempat, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pesisir Barat.

Dengan keadaan ruang lokal yang serbaminim, pihak sekolah sementara menyekat lokal murid agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan.  “Kebutuhan lokal sebenarnya 6, sehingga untuk mengatasi kekurangan lokal, tiga lokal yang ada disekat untuk sementara ini.” jelas Gousul.

Bangunan MI Darul Ulum, Pekon Mon, Kecamatan Ngambur, Pesisir Barat, telah berdiri sejak tahun 1993, dan merupakan satu-satunya bangunan sekolah tingkat dasar di pekon tersebut.  Pihak sekolah sangat mengharapkan bantuan dinas serta Pemkab setempat agar kualitas pendidikan di sana dapat sejajar dengan sekolah lain. “Harapannya tentu meminta perhatian dinas serta Pemkab dapat memberikan bantuan ke sekolah ini agar anak-anak dapat belajar tanpa terkendala kondisi bagunan,” harapnya.

Sumber : https://goo.gl/fq9zKm