Facebook

Tampilkan postingan dengan label bandar lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandar lampung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Desember 2017

Ustaz Abdul Somad Isi Tabligh Akbar di Bandar Lampung

 Rasanya sudah enggak sabar lo, pengen banget denger langsung ceramah dari ustadz Abdul Somad yang apa adanya tapi lugas dan berdasarkan dalil yang ada. Selama ini saya suka nonton ceramahnya via youtube, semoga kehadiran Ustadz Somad di Bandar Lampung ini bisa memberikan pencerahan buat saya dan juga umat manusia lainnya, amin.
                                                              (foto:Dok.YouTube)
BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--KH Abdul Somad Lc.MA bakal hadir di Bandar Lampung mengisi acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, pada Selasa, 12 Desember 2017, mulai pukul 19.30 WIB. Pengajian akbar dan peringatan Maulid Nabi yang digelar Majelis Burdah Asy-sifa itu akan digelar di Lapangan Saburai, Enggal.
Sementara itu, keesokan harinya, pada Rabu, 13 Desember 2017, Ustadz Abdul Somad asal Riau itu akan mengisi Tablig Akbar memperingati Maulid Nabi dan juga Dies Natalis Universitas Malahayati. Kegiatan ini akan berlangsung di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati mulai pukul 07.00. WIB.
Banyak warga Lampung yang menantikan ceramah ustadz kondang yang viral di media sosial dan YouTube ini. Salah satu warga Way Halim, Rova, misalnya, sempat membatalkan kunjungan ke Jakarta sejak Sabtu kemarin, ketika mendengar informasi bahwa Ustaz Abdul Somad bakal mengisi di Bandar Lampung selama dua hari berturut-turut.
"Terpaksa saya batalkan dulu ke Jakarta karena Ustadz Abdul Somad mau ke Lampung," tulis status di media sosial miliknya.
Hal sama juga diungkapkan Ian, warga Telukbetung, dan Eka, warga Sukarame yang sudah lama menantikan kehadiran ustad asal Riau ini.
"Saya suka gayanya, cepak ceplok tapi ada dalilnya, bukan asal bunyi saja," ucap Ian, Senin (11/12/2017).
Berdasarkan data yang dihimpun Lampost.co  dari wikipedia, Abdul Somad Batubara, lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, pada 18 Mei 1977. Ia adalah ulama besar yang memiliki garis keturunan Melayu dan Batak. Ayahnya adalah suku Batak. Sedangkan ibunya suku Melayu.
Kajian-kajiannya yang tajam dan menarik membuat banyak orang suka dengan tausiahnya. Ulasan yang cerdas dan lugas, ditambah lagi dengan keahlian dalam merangkai kata yang menjadi sebuah retorika dakwah, membuat ceramah Ustadz Abdul Somad begitu mudah dicerna dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat. Banyak dari ceramah Ustadz Abdul Somad yang mengulas berbagai macam persoalan agama. Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad juga banyak yang membahas mengenai masalah-masalah terkini, nasionalisme dan berbagai masalah yang sedang menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat.
Sejak dari bangku sekolah dasar dirinya dididik melalui sekolah yang berbasis pada Tahfizh Alquran. Tamat dari SD Al-Washliyah Medan tahun 1990, ia melanjutkan pendidikannya ke MTS Mu’allimin al-Washliyah Medan. Setelah tamat tahun 1993, ia melanjutkan pendidikan ke Pesantren Darularafah Deliserdang Sumatera Utara selama satu tahun. Lalu tahun 1994, ia pindah ke Riau untuk melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu dan menyelesaikannya di tahun 1996. Tahun 1996-1998 ia kuliah di UIN SUSKA Riau.
Tahun 1998, ia merupakan salah satu dari 100 orang yang menerima beasiswa yang dibuka oleh pemerintah Mesir untuk orang Indonesia belajar di Universitas Al-Azhar mengalahkan 900-an orang lainnya yang mengikuti tes untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Abdul Somad mendapatkan gelar Lc-nya dalam waktu tiga tahun 10 bulan.
Kemudian pada tahun 2004, kerajaan Maroko menyediakan 15 beasiswa bagi pendidikan S2 di Dar Al-Hadits Al-Hassania Institute yang setiap tahunnya hanya menerima 20 orang murid dengan rincian 15 orang maroko dan lima orang untuk asing. Abdul Somad pun terpilih untuk masuk dalam kuota penerimaan 5 orang asing tersebut melalui jalur beasiswa S2 yang diselesaikannya dalam waktu satu tahun 11 bulan.
http://bit.ly/2ygDwjr

Kamis, 30 November 2017

Sering Diganggu, Juru Parkir Tujah Preman di Telukbetung Selatan

LAMPUNG POST | Sering Diganggu, Tukang Parkir Tujah Preman
Ilustrasi penusukan. Dok. lampost.co


BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Djuanda (38), warga Jalan RE Martadinata, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Telukbetung Timur, ditangkap Unit Reskrim Polsek Telukbetung Selatan lantaran menusuk seseorang yang belum diketahui identitasnya.
Kapolsek Telukbetung Selatan Komisaris Listiyono Dwi Nugroho mengatakan keributan yang memakan korban, diduga akibat berebut lahan parkir di minimarket di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Bumiwaras, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung atau di depan kantor Cabang Umum BCA, seorang pemuda mengalami luka tusuk, Rabu (29/11/2017). 
Saat ini korban belum diketahui identitasnya, lantaran mengalami luka tusukan dan sayatan di tangannya, dan dalam keadaan tak sadarkan diri, saat dirawat di RS Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung.
"Kami dapat informasi dari warga sekitar katanya ada korban penganiayaan. Kemudian kami langsung datangi ke TKP. Lalu kami selamatkan korban dulu dengan membawanya ke rumah sakit dan pelaku juga sudah ditangkap," ujarnya di Mapolsek Telukbetung Selatan, Rabu (29/11/2017).
Menurut Listiyono, dari hasil keterangan pelaku Djuanda mengaku menganiaya korban karena dendam. Pelaku sudah cekcok sejak Jumat (24/11/2017) yang lalu.
"Kata pelaku, dia melakukan itu karena membela diri dan lahan parkirnya diduga hendak direbut," tuturnya.
Dia menambahkan akibat kejadian tersebut koban yang belum diketahui identitasnya mengalami luka satu kali tusukan dan dua luka sayatan di bagian tangan kanan.
"Korban belum dapat dimintai keterangannya karena masih pingsan di rumah sakit. Korban mendapatkan tiga kali jahitan di tangan kanan," pungkasnya.
Sementara itu, Djuanda mengaku kesal karena ia sering diganggu saat memarkir, sering meminta jatah preman, dan terkesan ingin merebut lahan pakir tersebut.
"Dia (korban, red) sering datang ketempat lahan parkir yang saya sambil marah-marah. Tapi, saya masih sabar dan bahkan pernah mau mukul saya pakai balok beberapa waktu lalu," kata dia saat ditemui di Mapolsek Telukbetung Selatan.
Khawatir dianiaya, pelaku mulai mebawa sajam jenis badik untuk membela diri dari hal-hal yang tak diinginkan. 
"Dia datang lagi ngamuk-ngamuk, saya kesal makanya khilaf dan menusuk dia beberapa kali pakai badik yang ambil dari pinggang," jelasnya.
Dia menuturkan, sebenarnya ia sudah lama kesal dengan tingkah pelaku yang kerap mengganggu pekerjaan yang berprofesi sebagai juru parkir dan bahkan pernah mengacak-acak kawasan parkirnya.
"Pada hari Jumat lalu di lahan parkir ada dua wanita pembeli datang ke Alfamart. Tiba-tiba nggak tahu alasan yang jelas dia ini ngoceh-ngoceh lalu mengusir pembeli itu," pungkasnya. 

Rabu, 29 November 2017

Honor Tak Cukup, Oknum Pol PP Kota Bandar Lampung Menjambret

LAMPUNG POST | Honor Tak Cukup, Oknum Pol PP Menjambret
Dua pelaku jambret dan salah satu pelaku merupakan oknum Satpol PP sedang diinterogasi polisi. (Foto: Lampost/Deni Zulniyadi)


BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Yogi (32), oknum petugas Satpol PP Kota Bandar Lampung ditembak polisi karena berusaha menabrak anggota yang hendak menangkapnya di Jalan Sultan Agung, Bandar Lampung. Pelaku spesialis jambret ini diringkus bersama komplotannya, Indra (30), Senin (27/11/2017).
Kasus tersebut di ekspos di Mapolresta Bandar Lampung, Rabu (29/11/2017). Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan penangkapan kedua tersangka berawal ketika petugas mencurigai dua orang berboncengan yang ciri-cirinya sama dengan ciri-ciri yang dismpaikan korban jambret. "Saat didekati, dan berusaha dihentikan, pelaku justru mempercepat laju kendaraannya dan berusaha melarikan diri," kata Harto.
Petugas yang tidak ingin kehilangan kedua pelaku kemudian mengejar dan memberikan tembakan peringatan namun keduanya malah berusaha menabrakan sepeda motornya kepada polisi. "Petugas lantas memberikan tindakan tegas dengan menembak kaki pelaku," kata dia.
Sementara itu tersangka Yogi mengaku sebulan terakhir sudah lima kali menjambret di Bandar Lampung, yakni diseputaran Jalan Soekarno-Hatta dan flyover Jalan Sultan Agung, serta flyover Jalan Antasari. "Kami jambret HP, perempuan korbannya," kata dia.
Tersangka mengaku gajinya sebagai honorer Satpol PP Kota Bandar Lampung tidak cukup sehingga dia terpaksa menjambret tas maupun ponsel yang rata-rata korbannya wanita. "Gaji Rp1,2 juta, enggak cukup," kata dia.

Kantor BPJS Bandar Lampung Dirampok, Rp80 Juta Raib, 3 Staf Diikat

LAMPUNG POST | Kantor BPJS Dirampok, Rp80 Juta Raib, 3 Staf Diikat
Kantor BPJS yang telah diberi garis polisi, tim inafis Tekab 308 Polresta, dan Polsek Kedaton telah melakukan olah TKP. (Dok. Polresta Bandar Lampung)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kantor BPJS Kesehatan Cabang Utama Bandar Lampung yang terletak di Jalan Zainal Abidin Pagaralam, Kelurahan Rajabasa Pemuka, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung disatroni kawanan perampok, Rabu (29/11/2017) sekitar pukul 02.00 WIB.
Dua orang satpam Armin Ayubi (56) dan Musono (63), serta satu petugas bernama Tribudiyanto (40) mengalami kekerasan, mereka diikat oleh pelaku yang diperkirakan berjumlah lima orang. Saksi mata Anita (56), seorang cleaning service yang biasa bertugas, kaget mendapati ketiga orang tersebut dalam keadaan terikat di kursi ruang tunggu.
"Jadi saya pas mau beres-beres kaget ngelihat mereka sudah dalam keadaan terikat, dan segera saya lepaskan dan minta tolong ke pegawai lain," katanya kepada Lampost.co.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Komisaris Harto Agung Cahyo, mengatakan kejadian bermula pukul 02.00 WIB, pelaku diperkirakan berjumlah lima orang menodongkan senjata tajam jenis golok dan linggis kearah korban yang sedang tidur di kursi ruang tunggu BPJS kemudian mengikat korban. Selanjutnya para pelaku masuk keruangan-ruangan dan mengambil barang-barang yang berada ditiap ruangan gedung BPJS.
"Jadi satpam diikat kemudian, merusak pintu menuju ruangan yang berisi brankas dan barang-barang berharga lainnya, mereka pake linggis untuk nyongkel pintu itu, nah subuhnya baru cleaning servis itu datang," kata Harto di Mapolresta Bandar Lampung, Rabu (29/11).
Sementara kerugian ditaksir mencapai Rp80 juta, karena brankas yang ada di kantor tersebut dirusak. Dari hasil penyelidikan sementara, ada dugaan pelaku masih orang dalam, karena mengetahui seluk beluk kantor tersebut.
"Tekab 308, Inafis, sama Reskrim sudah turun untuk olah TKP, brankas rusak, pintu belakang ruangan tempat brankas juga dirusak, korban sudah melapor ke Polsek Kedaton," kata mantan Kapolsek Tanjung Karang Barat itu.

Selasa, 28 November 2017

Potongan Rambut Tidak Sesuai, Oknum Polisi Berkelahi dengan Tukang Cukur


Wakapolda Lampung Brigjen Angesta Romano Yoyol. Dok Lampost.co


BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Wakapolda Lampung Brigadir Jenderal Angesta Romano Yoyol mengambil sikap tegas terhadap  dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Polres Tulangbawang berinisial  ER kepada Sofyan Dony (24), seorang tukang cukur di Kabupaten Pringsewu, Sabtu (25/11/2017) kemarin.
Kejadian bermula saat ER yang berpangkat bripka mencukur rambut di Pangkas Rambut MISTER CUTT di Pekon Suka Mulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu. Ketika sedang cukur, ternyata potongannya tidak sesuai (terlalu tipis). Kemudian ER menegur Doni. Doni pun menjawab bahwa itu tidak terlalu tipis, lantas terjadi perkelahian antarkeduanya.
Menurut Wakapolda, ada dugaan pelanggaran kode etik, maupun indispliner terhadap ER. Saat ini ER sudah berada di Mapolda Lampung untuk menjalani penyidikan bersama para saksi yang mengetahui persitiwa tersebut. Kemudian senjata api milik ER juga telah diamankan.
"Iya, dia sudah di Polda dan kita tangani dan periksa datangnya tadi malem sekitar pukul 23.00 (Sabtu [25/11/2017], red)," ujarnya kepada lampost.co, Minggu (26/11/2017).
Poin yang diutamakan Wakapolda Lampung, bukanlah melakukan penyidikan terkait insiden baku hantam antar warga sipil dan anggota, siapa yang memulai duluan. Penyidikan mengedepankan dugaan penggunaan senjata api oleh ER terhadap tukang cukur tersebut.
"Kita enggak masalahkan siapa yang mulai dulu, perintah Kapolda sebagai aparat kepolisian yang menggunakan senjata api, harusnya digunakan untuk menangkap penjahat, bukan menakuti warga sipil," kata mantan Kapolrestabes Bandung itu.
Jenderal bintang satu tersebut belum bisa memaparkan hasil penyidikan, dan pelanggaran yang disanskikan kepada ER, namun ia mewanti-wanti kepada seluruh jajaran personel Polda agar tak gegabah, dan menggunakan senpi sesuai dengan peruntukannya.
"Kita belum bisa paparkan, kita gelar perkara dulu, tapi kalau terbukti pasti kita kasih sanksi sesuai dengan pelanggarannya," katanya.
Sementara itu, Kapolres Tulangbawang Ajun Komisaris Besar Raswanto Hadi Wibowo menyerahkan penyelidikan dan penyidikan dugaan penganiayaan yang dilakukan anggotanya kepada Bidang Propam Polda Lampung.
"Iya kejadian itu benar dan sudah ada arahan dari Wakapolda, untuk ditangani di Polda Lampung. Kalau dari track record dia, selama ini belum pernah ada masalah, baru kali ini," katanya kepada lampost.co, Minggu (26/11/2017).
Menurut Raswanto, penyidikan memang dilakukan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Lampung, namun penindakannya tetap dilakukan Polres Tulangbawang. Kepastian tersebut menunggu proses penyidikan dan keputusan inkracth dari Bidpropam Polda Lampung.
"Kalau perkaranya di sana (Polda Lampung, red), tapi nanti kalau sudah ada hasil dilimpahin kepada kita sidangnya, kan angkum-nya di sini (Polres Tulangbawang, red)," kata mantan Kasubdit I DItresnarkoba Polda Lampung itu.
Ditanya soal kronologi, Raswanto mengatakan ada dua versi, yakni dari tukang cukur dan dari Bripka ER. Menurut Raswanto versi dari anggota, awalnya ia sedang cukur rambut lalu hasilnya ketipisan, ketika dikomplain terjadi ceckok mulut, kemudian si tukang cukur menanyakan kepada anggotanya soal domisilinya.
Lalu perut Bripka ER ditendang dan sontak ER menampar balik si tukang cukur. Selanjutnya Doni berteriak lalu anggota mengambil bambu yang tertancap di luar karena diduga Doni memegang pisau lipat yang digunakan untuk mencukur. Setelah itu anggota melawan dan mengeluarkan senjata api.
Sedangkan menurut Doni, karena protes hasi cukur, terjadilah adu mulut antara ER dan Doni, Kemudian ER memukul Doni, lalu Doni meminta tolong kepada seorang warga bernama Kamelia dengan isyarat tangan (melambaikan tangan) sambil meninggalkan ER. Akan tetapi, ER mengejar korban sambil membawa pisau cukur milik Doni.
Selanjutnya, pada saat itu ER juga mencabut patok bambu yang berada di pinggir jalan, kemudian ketika di depan warung milik Kamelia, korban jatuh kemudian langsung dipukul patok bambu yang dibawa ER sebanyak satu kali di bagian kaki. Setelah itu ER membuang pisau cukur dan patok bambu dan kemudian meninggalkan Doni dan pulang ke rumah mertuanya di Pekon Siliwangi.
“Jadi ada dua versi, dari anggota saya dan dari si korban, kita enggak tahu yang mana ini yang benar, tapi nanti sama penyidik di Propam Polda pasti semua dipanggil, diperiksa satu-satu dan dikonfrontasi," katanya.