Facebook

Selasa, 17 Oktober 2017

Penyerahan Senjata Api, Chusnunia Chalim Minta Warga Jangan Bohong Pada Diri Sendiri

Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim kepada para kepala desa, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat pada Acara Silaturrahmi Kamtibmas dengan Masyarakat Kecamatan Jabung, Melinting dan Gunungpelindung, , Senin (16/10/2017). (Foto:Lampost/Musanif)

SUKADANA (Lampost.co)--“Bapak dan ibu bisa bohong kepada saya, kepada kapolres dan kepada siapa saja. Tetapi bapak ibu tidak bisa bohong kepada diri sendiri,” ucap Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim kepada para kepala desa, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat pada Acara Silaturrahmi Kamtibmas dengan Masyarakat Kecamatan Jabung, Melinting dan Gunungpelindung, di lapangan Merdeka Kecamatan Jabung, Senin (16/10/2017).

Hal itu ditegaskan saat penyerahan senjata api atas kesadaran masyarakat di ketiga kecamatan tersebut ke Kapolres Lamtim. Sebanyak 23 pucuk senjata api diserahkan seraya masyarakat menandatangani naskah ikrar mendukung pihak kepolisian memberantas kriminalitas (Curat, Curas, dan Curanmor).

"Penyerahan 23 puncuk senjata api kepada kepolisian tersebut merupakan murni kesadaran dari masyarakat, dan penyerahan senjata api  tersebut juga sebagai salah satu bentuk partisipasi warga dalam turut menjaga keamanan atau kamtibmas,” kata Chusnunia.

Moment itu dijadikan ajang silahturahmi untuk diskusi agar merubah paradigma kecamatan Jabung dan sekitarnya dari image buruk yang melekat. Menurut Bupati,Kecamatan Jabung dan sekitarnya merupakan daerah yang memiliki keunikan tersendiri serta masyarakat yang ramah tamah dan daerah yang masih memiliki keasrian tersendiri.

Sumber : https://goo.gl/SstebJ

Di Depan Istrinya, Penyadap Karet Tewas Ditembak Kawanan Begal

Ilustrasi. (MTVN)

WAY KANAN (Lampost.co) -- Joni Efendi (45) warga Bumi Harjo, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan, tewas ditembak begal di bagian dada saat hendak pulang kerumahnya usai menyadap karet, Senin (16/10/2017), sekitar pukul 05.15 Wib.

Kapolres Way Kanan, AKBP Doni Wahyudi, melalui Kapolsek Bahuga AKP Singgih Widada, mengatakan saat hendak pulang kerumahnya usai menyadap karet, korban bersama istrinya dihadang oleh beberapa orang yang tidak dikenal hendak merampas kendaraan miliknya yakni Yamaha Jupiter, tepat di jalan irigasi, kampung Sritunggal, Kecamatan Buay Bahuga.

"Pelaku menembak korban dan mengenai dada sebelah kanan hingga tewas. Setelah korban meninggal ditempat, lebih sadisnya lagi korban langsung dibuang ke air irigasi dengan disaksikan langsung oleh istri korban," ujar Kapolres kepada Lampost.co.

Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian tersebut. "Polsek dan Polres saat ini masih menyelidiki kasus pembegalan yang mengakibat Joni meninggal dunia. Tempat kejadiannya yakni di Kampung Sritunggal, Kecamatan Buay Bahuga," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Buay Bahuga Sufriyanto, saat dikonfirmasi melalui ponsel menuturkan bahwasannya korban tewas ditempat setelah ditembak begal. Pelaku berjumlah kurang lebih sebanyak empat orang dan korban saat ini telah dimakamkan oleh pihak keluarga sekitar pukul 11.00 wib.

"Saya berharap kepada pihak kepolisian agar cepat menangkap pelaku, serta kedepannya dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat di Kabupaten Way Kanan," ungkapnya.

Sumber : https://goo.gl/yuYuRg

Senin, 16 Oktober 2017

Pemasangan Bailey di Jalinbar Tunggu Tim

Pengendara motor melintas di jalur buatan yang dibuat dengan timbunan pasir sebagai jalur alternatif sementara sampai jembatan bailey selesai dibangun, Minggu (15/10/2017). (Foto: Lampost/Deta Citrawan)

KRUI (lampost.co) -- Ambrolnya jalur lintas barat (Jalinbar) yang berada di Pekon Mandirisejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, membuat akses perlintasan dari Krui menuju Bandar Lampung atau sebaliknya menjadi terhambat.

Sementara ini dari Kementerian PUPR atau dalam hal ini Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Lampung akan membangun jembatan sementara (Bailey) yang berbahan baja sebagai alternatif agar akses jalur perlintasan dapat tetap berjalan.

Ditemui di lokasi, Mansur dari Balai Besar PJN Wilayah 5 Palembang mengatakan, material untuk jembatan bailey telah sampai di lokasi pada Minggu (15/10/2017) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Saat ini sudah dijadwalkan bongkar jembatan dari angkutan yang nantinya akan dilakukan pemasangan.

"Rangka untuk jembatan sudah sampai dan untuk pelaksanaan pemasangan belum, baru sebatas pembongkaran rangka jembatan, dan masih harus menunggu tim pemasangan," kata Mansur, Minggu (15/10/2017).

Sumber : https://goo.gl/VSBXnp

Warga Kotabumi Pertanyakan Sertifikat Ganda

Djonis Idris (70), warga Kelurahan Kotaalam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Sabtu (14/10), mempertanyakan diterbitkannya dua sertifikat kepemilikan hak atas tanah pada satu bidang tanah yang sama. (Foto:Lampost/Yudhi H)

KOTABUMI (Lampost.co)--Warga mempertanyakan kepemilikan sertifikat ganda yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lampung Utara pada satu objek bidang tanah yang sama. Djonis Idris (70), warga Kelurahan Kotaalam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Sabtu (14/10), mempertanyakan diterbitkannya dua sertifikat kepemilikan hak atas tanah pada satu bidang tanah yang sama di areal lahan seluas 2 hektare di Desa Papanrejo/Desa Gedungnyapah, Kecamatan Abung Timur, yang dikeluarkan BPN.

"Sebagai warga saya mempertanyakan terbitnya dua sertifikat tanah yang dikeluarkan BPN Lampura pada satu objek bidang tanah yang sama," kata Idris.

Sertifikat pertama atas nama Mahmudi yang diterbitkan BPN pada 5 Maret 2002. Sertifikat ke dua milik Ratu Hilalia yang diterbitkan BPN pada 27 September 1989, merujuk akta jual beli 11-9-1987 No. 198/Ktb/1987 dan hal itu dikuatkan dengan pernyataan secara tertulis pemilik sebelumnya, Raja Sangun (69), warga Desa Papanrejo pada 18 Agustus 2016. Kemudian surat keterangan pendaftaran tanah yang dikeluarkan BPN Lampung Utara No. 88/2016 yang menyatakan sampai saat ini sertifikat hak milik No. 1768 pada objek tanah itu tercatat atas nama Ratu Hilalia.

Menyoal terbitnya sertifikat ganda itu, dia berharap BPN Lampung Utara dapat memperjelas kepemilikan atas hak yang sah atas status tanah tersebut dan bagi masyarakat, agar lebih berhati-hati dalam pembuatan sertifikat sehingga kejadian tumpang tindih kepemilikan sertifikat tidak terjadi.

"Masyarakat mesti berhati-hati saat melakukan transaksi jual beli tanah. Sebab, selain rentan penipuan, dalam pembuatan sertifikat dapat terjadi tumpang tindih kepemilikan dan untuk memperjelas kepemilikan yang sah mesti di tempuh melalui jalur hukum," kata dia.

Sumber : https://goo.gl/o9qBs9

Kades se-Mesuji Belajar Jurnalistik, Khamami Bernostalgia Jadi Wartawan

Bupati Mesuji Khamami (kanan) bersama Pemred Lampung Post (baju putih) bercengkrama seusai membuka pelatihan jurnalisme di Hotel Le'Man Unit II. (Lampost. co/ M Ridwan anas)


MESUJI (Lampost.co) -- Banyak yang tidak mengetahui Bupati Mesuji Khamami ternyata pernah menjadi wartawan Lampung Post pada 1998.

Hal itu disampaikan Khamami di hadapan Pemimpin Redaksi (Pemred) Lampung Post, Iskandar Zulkarnain, dan 105 kepala desa serta sekretaris desa se-Kabupaten Mesuji di Hotel Le'Man Unit II, Tulang Bawang, Senin (16/10/2017).

"Selama dua tahun lebih saya pernah jadi wartawan Lampung Post bersama rekan saya yang saat ini masih bertahan di Lamung Post. Penuh suka dan duka dulu," kata Khamami.

Bupati Mesuji Khamami membuka pelatihan jurnalisme Lampung Post di Hotel Le'Man Unit II, Tulang Bawang, Senin (16/10). (Lampost.co/ M Ridwan Anas)

Khamami berharap agar kepala desa lebih transparan dalam pengelolaan dana desa. Dan Lampung Post menjadi sarana terbaik kepala desa untuk menyebarkan informasi pembangunan di desanya.

"Pemred Lampost tadi sudah memberikan peluang kepada kepala desa untuk mengirimkan berita tentang desanya masing-masing. Ini adalah momen yang sangat baik bagi kepala desa," kata Khamami.

Sumber : https://goo.gl/x59CDu

Lagi, 19 Pucuk Senjata Api Rakitan Diserahkan ke Polisi

Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Suroso Hadi Siswoyo, saat menunjukan senpi bersama jajaran PJU Polda Lampung, Senin (16/10). (Asrul Septian Malik)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Upaya pencegahan tindak pidana curat, curas, dan curanmor (C3) dengan mengupayakan tindakan preventif terus digalakkan Polda Lampung. Kali ini berkat upaya persuasif, sebanyak 19 senjata api rakitan berhasil diamankan dari kabupaten dengan cara swadaya masyarakat menyerahkan sendiri secara sukarela.

Kapolda Lampung, Inspektur Jenderal Suroso Hadi Siswoyo mengatakan sebelumnya sebanyak 70 senjata api rakita diamankan dari Kabupaten Mesuji. Kini dengan upaya preventif, Polda Lampung telah menerima 89 senjata api rakitan yang diserahkan warga secara sukarela.

"Saya harap masyarakat bisa segera menyerahkan senjata api rakita, sebelum kepolisian ambil tindakan tegas," ujarnya kepada awak media di Mapolda Lampung, Senin (16/10/2017).

Selain itu dalam sepekan ini, Polda Lampung bersama jajaran Polresta/Polres berhasil mengamankan 31 tersangka yang terdiri dari dua pelaku curanmor, dua curas, satu curat, satu pembunuhan, dua kepemilikan senpi, dan 23 orang perkara perjudian.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni enam unit seped motor, 23 puncuk senjata api, uang tunai sebesar Rp5.500.000, dan satu unit laptop.

"Kita terus gelar operasi C3 rutin, agar masyarakat bisa nyaman dan aman dalam berkegiatan sehai-hari," kata mantan Dirintelkam Polda Lampung itu.

Sumber : https://goo.gl/BGXKaK